MY BOX OFFICE


Senin, 10 Oktober 2016

CARA KAYA BERTANI BUAH LEWAT PRINSIP DISIPLIN 10 %




Kakek saya begitu kaya raya, padahal menurut cerita nenek saya hanya bermodalkan setangkai benih padi pemberian orang saja. Namun dari benih itulah dia mengembang biakan lahan sawahnya menjadi begitu luas sehingga dijuluki orang terkaya di desanya. 

Bertahun-tahun saya menggali rahasia kakek dari jalinan cerita nenek yang diceritakan tiap saya memijitnya. Dan saya mendapati kesimpulan bahwa kakek memang memulainya dari nol. Beliau memulainya dari rasa lapar yang tidak tertahankan, yang membuatnya menangis. Sejak itu dia bertekad bulat akan menjadi orang kaya dan tak akan merasakan lapar yang menyengat tadi.

Sedikit yang dia makan dari hasil berrtaninya, sedangkan hasil lainnya ditanam dan dibelikan lahan lagi. Begitu terus menerus. Tak terasa lahannya sudah begitu luas. Namun dia tetap hanya mengambil sedikit untuk makan dan kesenangannya. Nah prisip sedikit itu yang kemudian saya catat dan saya olah untuk saya cocokkan denga literatur-literatur yang akan saya baca kemudian.

Saya kaget, teramat sedikit buku-buku yang membahas cara sederhana untuk kaya ini!

Mereka katakan bahwa berhemat itu pangkal kaya, namun kata berhemat itu sendiri terlihat kayak menyiksa. Apalagi untuk para pekerja, uang gaji yang terus menerus segitu dari mana bisa berhemat. Sedangkan godaan kebutuhan semakin besar.

Barulah itu saya temukan pada diri pengusaha-pengusaha muda yang sukses saat ini. Mereka biasanya meroket cepat lewat internet dan iklan besar-besaran. Juga para pekebun buah yang bertindak sebagai smart investor. Mereka tahu banget bagaimana prinsip itu bekerja bila kita disiplin melaksanakannya. Bahkan mereka bilang bahwa artinya sedikit itu ya 10 %. Wow, saya kaget.... sedikit sekali! Namun mereka malah tertawa, sedikit itu bila dari yang sedikit.....tapi 10 % itu besar kalau dari yang besar.

Trus bagaimana caranya kita disiplin terhadap prinsip 10 % itu? Padahal kita pegang uang 1 juta saja dari penjualan hari ini....rasanya pingin terbang ke mall saja untuk membelanjakannya. Atau untuk sedikit bersenang-senang.....hehhheee.

Ya, kita harus tahu dulu tujuan dari kita berwirausaha. Apakah mencari uang atau membesarkan bisnis? Bila kita membesarkan bisnis maka kita dapat dua tujuan itu sekaligus......namun bila kita bertujuan mencari uang, belum tentu kita dapat uang apalagi bisnis kita membesar. Yaitu tadi sebabnya, tujuan mencari uang akan membuat kita rakus....bahkan kita begitu mudah membelanjakannya. Sekedar mencari kesenangan, meski akan jauh dari kebahagiaan. Dengan seenaknya kita akan bilang: uang kan bisa dicari lagi? Begitu lah lingkaran setan yang tak putus-putus. Trus kapan besarnya bisnis kita....yang menyedihkan lagi: modal pun ikut habis! Hadewww.....

Sebaliknya, katakan lah awal omzet Anda cuma Rp 10 Juta, jadi Anda cuma dapet menggunakan Rp 1 Juta untuk kebutuhan Anda. Tapi Karena Anda terus menerus disiplin yang Rp 9 Juta untuk dikembalikan ke usaha....nggak aneh kok bila tiba-tiba Anda bisa mengambil Rp 10 Juta untuk kebutuhan Anda. Lho kok bisa? Ya iya lah, karena omzet Anda sudah Rp 100 Juta....wkkkwkkk...

Dan perlu diingat bahwa yang namanya mengembalikan sebagian omzet atau  keuntungan itu bukan cuma menambah modal, tapi juga membesarkan brand kita atau istilahnya branding. Bahwa perlu kesadaran tinggi branding itu penting banget untuk penjualan bisnis kita. Semakin besar atau semakin dikenal branding kita....ya semakin besar keuntungan yang Anda dapat.

Nah, setelah paham prinsip 10%....bagaimana para pekebun buah yang hanya bermodalkan bibit-bibit buah unggul saja namun mampukah bisa jadi kaya? Jelas bisa, saya sudah mewancarai para petani buah kaya ini dan salah satu hasilnya coba bisa dibaca di artikel saya sebelumnya yang berjudul "Petani Buah itu Smart Investor".....atau baca inti cerita dari kakek saya di atas. Paham kan?

Atau baca artikel saya tentang bibit buah jambu air Balck Diamond di blog buahbuahimpian.com saya. Mereka para petani Taiwan.........membranding buah jambu air Black Diamond sehingga terlihat packingannya seperti membungkus coklat exclusive atau emas. Begitu keren dan sangat berharga!! Tak heran para petani jambu di Taiwan kaya raya dan bisa saya temui berlibur di Bali lama. Mau???






Read More

Kamis, 29 September 2016

BIBIT BUAH BAK BERDOSA PADA TINGKAT DEWA




Suatu kali saya berkunjung ke pelanggan bibit buah saya yang sudah membeli bibit buah ke saya banyak sekali, bahkan saya terkaget-kaget ketika dia menyebutkan berapa uang yang telah dia belanjakan? Nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Woww....

Namun bukan itu yang ingin saya ceritakan pada Anda. Tetapi bagaimana cara ekstrim dia mengatasi tanaman yang ngadat tumbuh, dan salah satunya "mungkin" karena tanaman terkena serangan hama dan penyakit yang kronis. Saya sisipkan kata mungkin, supaya Anda tahu begitu banyak faktor yang menyebabkan tanaman berhenti tumbuh. Bisa saja karena medianya memang miskin hara. Sehingga ketika saya menemukan tanaman yang mati suri tersebut di kebunnya......dia langsung mencabutnya! Wah la kok gitu ya? Padahal menurut saya masih bisa diperbaiki.

Pelanggan saya yang juga berprofesi sebagai seorang dokter spesialis ini berangggapan bahwa tanaman tersebut seperti manusia yang sudah berdosa pada tingkat dewa. Lupa segala-galanya bahwa dia hanya lah manusia lemah. Artinya manusia yang tanpa rasa takut pada Tuhannya, sombong
sudah melakukan banyak dosa besar dan dilakukan dalam periode jangka waktu lama, terus menerus.....namun anehnya tidak mau segera bertobat.......bahkan bangga dengan dosanya tersebut dengan menceritakan kenikmatan atau hal menarik dari dosa tersebut pada banyak orang. Padahal dia sudah banyak sekali diingatkan Tuhannya lewat penderitaan hidup. Semakin kecewa dengan hidupnya, dia semakin berlari kencang untuk mencari kesenangan yang justru menjauhkannya dari kebahagiaan hakiki. Akibatnya dia pun masih dan terus melakukan dosa besar yang lain dengan menyeret banyak orang lain untuk melakukan dosa besar yang sama seperti dirinya. Dia lah sebejat-bejatnya manusia. Setan dalam wujud manusia. Apa yang diharapkan dari manusia jahat seperti ini?

Makanya pelanggan saya inipun tanpa banyak berpikir untuk mencabut bibit buah atau tanaman yang sudah sekarat seperti itu. Dia tak ingin hanya karena "rasa eman" dia justru membuat bibit buah lain di kebunnya ikut-ikutan rusak tertular. Dia mengibaratkan kekejaman dirinya bak sang Malaikat pencabut nyawa. Tanpa sedikitpun keraguan!

Menurutnya, manusia masih punya "cipta rasa karsa" dari Tuhan yang menghantarkannya pada jalan pertobatan. Sedangkan bibit buah tak memiliki keistimewaan itu. Kenapa mesti dipertahankan?

Tiba-tiba saya termenung sendirian, bener-bener nelangsa.....duh betapa banyak manusia seperti itu di sekitar kita. Saya baru saja menemukan kenyataan seperti itu, bayangkan kalau ada orang yang sudah berzina dengan istri orang lain, yang mengakibatkan perceraian. Trus dia tidak mengakui anak hasil hubungan gelap tersebut, sehingga anak tersebut menjadi rusak hidupnya secara moral setelah dewasa. Dan kagetnya, ternyata orang yang melakukan kekejaman tersebut adalah teman kita sendiri. Orang yang sering menasehati kita bagaimana cara sukses dalam hidup.

Oh, Tuhanku......maafkan dia dan berilah cara bagi saya untuk menghantarkan dia pada pintu pertobatan. Tentunya tidak cuma dalam kata-kata seperti alasan yang dia kemukakan, tapi dalam bukti dengan mengangkat kehidupan 2 anaknya yang dia telantarkan. Semoga dia membaca tulisan saya ini. Dan menyadari kesalahan masa lalunya. Tuhan kabulkan permintaan saya ini, karena sesungguhnya saya pun ber"pamrih" kepadaMu. Supaya akan ada orang yang mengingatkan saya bila saya melakukan dosa. Aaamiiin.


Tak terasa mata saya berkaca-kaca.....di pagi Subuh ini. Kok saya jadi cengeng gini ya? Segera kubasuh dengan air wudlu. Terima kasih Tuhan atas nikmatmu ini!!!!
Read More

Senin, 12 September 2016

KISAH PILU SAYA MENDIRIKAN BIBIT BUAH DOT COM

Mungkin karena dosa, pernah dalam hidup saya sebelum mendirikan bibitbuah.com hingga sebesar ini.....saya menjadi pengangguran berat. Saya sendiri nggak percaya itu bisa terjadi pada orang seperti saya. Orang yang pernah bekerja bertahun-tahun di perusahaan-perusahaan besar kok bisa nganggur? Luntang luntung nggak tahu apa yang bisa dikerjakan. Sudah ratusan lamaran saya ditolak, maksudnya saya mampu mengirimkan puluhan lamaran tiap hari. Boro-boro orang lain, saudara saya sendiri yang punya perusahaan dan jelas sangat butuh orang kreatif seperti saya pun menolak. Saya bawa buanyak jajanan kampung ke rumahnya sebagai oleh-oleh.....eh pas pulangnya dibawain oleh-oleh lebih banyak lagi. Haseeemmm....malu saya! Ibu saya yang mengantarkan saya sampai menangis sepanjang perjalanan pulang. Kok ya tega dia nolak saya, emang salah apa saya...hehheee

Trus saking kasihannya mendengar kisah saya di bis, seorang ibu yang baik hati, tiba-tiba mau membisikkan rahasia besar BAGAIMANA CARA MERUBAH TAKDIR KITA??? Berdoa lah!!



Syaratnya kamu harus yakin, nak. Seketika saya berteriak keras: Tuhaaan, beri aku pekerjaan!!!

Benar saja....besoknya lewat kenalan, saya diberi kesempatan bekerja di sebuah balai penelitian sebagai seorang magang dan tanpa dibayar! Woalah ampun.....doanya yang salah kalie...wkkwkkk
Namun pekerjaan itu saya jalanin juga beberapa bulan sehingga saya sampai sekarang mampu berpikir lewat cara kerja hipotesis dulu. Nah, soal biaya hidup.....saya tinggal kontak kakak kakak saya yang sudah kaya. Enakan? Enggak juga, seorang kakak sampai bilang gini: untuk membiaya hidupmu sendiri aja kamu nggak bisa! Blarrrr!! Saya jelas tersinggung dan merevisi doa saya pada Tuhan pemilik hidup saya: Ya Tuhan, kasih saya dong kerjaan yang ada duitnya.

Satu bulan nggak terkabul, dua bulan masih kosong, baru bulan ketiga ditrima di perusahaan exportir dengan gaji Rp 600.000 sebulan saja. Bayangkan bagaimana saya bisa hidup denga uang segtu? Ya udah disyukuri dulu saja lah. Daripada nganggur? daripada nggak dibayar? Dan dua tahun kunikmati pemberian Tuhan itu dengan rasa terima kasih. Heran kok saya bisa bertahan selama itu ya? Ternyata karena di perusahaan itu saya bisa ada waktu menyalurkan hobby mancing saya? Habis ngaudit di anak perusahaan misalnya, saya ada waktu 1 jam untuk mancing sebelum pulang. Bayangkan, saya bisa mengumpulkan hampir satu ember ikan, sekali mancing.....namun kenapa ibu saya sebagai juru masak kok cemberut ya, bukannya terima kasih kek....hehhhee
Pertanyaan itu terjawab keesokkan harinya: Lihat lah, ini ikan satu ember cuma ibu beli Rp10.000 di pasar. Masak kamu ngotot nggrepek-nggrepek uang seginian???

Ibu benar dalam hal ini, Ya, Tuhan....mohon duitnya yang gede dong! Dan saya pun berubah jadi kutu loncat....agak menjijikkan....pindah kerja dari perusahaan satu ke perusahaan yang lain. Gaji makin lama makin naik trus, pangkat apalagi.....capek bener.....saya pun terlena lagi jadi sombong dan lupa diri, sehingga Tuhan menjatuhkan saya keras-keras supaya sadar siapa saya sebenarnya.

Dengan cepat saya sadar pula, bersejatakan doa dan mohon pengampunan atas kesongongan saya, Tuhan langsung memberi tenaga saya untuk bangkit lagi.

Terakhir.....doa saya revisi besar-besaran. Saya buat doa lengkap. Antara lain saya minta bisa mancing tapi duaitnya gede serta berguna bagi yang lain.....dan dipertemukan lah saya dengan kolam besar yang bernama INTERNET. Saya gemetar waktu itu.....ureka! Karena tidak punya laptop awalnya.....saya sering ketiduran di warnet 24 jam. Banyak sekali blog yang saya buat, hanya bibitbuah.com yang terus melesat. Satu tahun pertama langsung ditawar Rp 6 Juta. Rangkingnya pun melesat di urutan 1 Google dan bertahan trus bertahun-tahun kemudian. Woww....saya makin kencang berlari dan berdoa......berkat ilmu otodidak ini, saya bisa ngajarin teman dan beberapa lembaga pendidikan. Hasilnya beranak pinak kok......selain keuntungan financial maka saya berharap pahalanya pun beranak pinak jugak...hahhaa....kelak saya akan memanennya di akhirat kelak. Aaaamiiiiin






Read More

Senin, 22 Agustus 2016

TREN BARU: Petani Buah itu Smart Investor!

Saya terkejut ketika menyaksikan bagaimana anak-anak sekolah di sebuah desa secara acak ditanya tentang cita-citanya, tak satupun yang menjawab ingin jadi petani seperti bapaknya. Bahkan terkesan dari wawancara bahwa profesi petani bisa jadi pekerjaan sambilan saja. Terus-terang dari situ kita mendapat gambaran bagaimana masyarakat kita mulai meremehkan profesi petani, padahal untuk saat ini di beberapa negara macan Asia seperti Jepang atau Korea dimana profesi petani adalah profesi idaman yang sulit dijangkau. Bak mimpi aja.....mereka justru sadar dengan menjadi petani maka kita juga investor tanah yang hebat dan cerdas. Jalan termudah jadi kaya. Bertani membuat tanah yang tadinya tidak berharga menjadi sangat mahal, aura tanah tiba-tiba terbuka ketika dibikin pertanian. Bibit buah yang tumbuh menjadi besar, akan juga menumbuhkan harga tanah menjadi selangit. Bak emas yang kusam, kemudian mengkilat ketika digosok terus menerus. Cahaya keeemasannya pun mencuat kemana-mana. Membuat pemilik uang memperebutkannya.

Kemarin baru saja saya mengirim bibit lengkeng Kristal 2 ke Sukabumi, saya terkejut dengan cara berpikir pembeli saya yang satu ini. Dia membeli tanah di mana-mana. Tentu saja memilih lokasi yang bagus atau yang diperkirakan akan berkembang. Bahkan sampai di Balikpapan sana. Kekayaannya pun tak terhitung karna terus menerus berkembang....hehhee. Maksudnya bingung akan cepatnya perubahan harga tanah itu sendiri. Mindsetnya adalah bagai seorang pematung saja, batu yang tak berbentuk dipahat menjadi penari cantik nan gemulai.....bayangkan aja masak orang jatuh cinta ama batu. Dia sendiri mengakui, bagaimana tanah itu membuat dia jatuh cinta juga......Tanah rawa yang tersiakan dibikin saluran panjang dan dalam. Hasilnya tanah kering yang siap ditanami bibit-bibit buah super.                                                                                                                                                                                                                                                                                                  

Nah, beberapa tahun kemudian, terlihat buah anggur yang bergelatungan dengan indahnya, trus dibawahnya ada embung atau kolam dengan ikan koi, bawal air tawar, gurami, lele.....aduhhhh mak. Mana tahan, berminggu-minggu di situpun bak di taman Surga. Jiwa dan bau Surga membuat jiwa kita yang mudah rapuh dengan permasalah konflik dunia jadi tenang, setenang air yang bergemericik di kolam. Ditemeni istri kita yang datang dengan gorengan pisang dan semerbak harum kopi Gayonya...owalah bener kalau ada seorang penyair bilang: seandainya Surga kayak gini kok kayaknya udah cukup!! Bahkan dia nggak tega mau jual tanahnya yang udah jadi kayak suasana Surga gitu.....berapapun harganya. Woww!!!!

Lain lagi dengan teman saya, tadi malam dia bercerita tentang aktivitasnya sebagai investor, meskipun saya tahu dia itu petani tulen. Dia membeli tanah di pinggir-pinggir kota di beberpa kota besar di Jawa dan Sumatera. Ditanaminya bibit buah-buahan. Dia pingin jadi petani buah seperti cita-citanya sejak kecil dulu. Namun yang terjadi selalu saja kebun buahnya dibeli orang denga harga fantastis. Jelaskan bahwa dia itu petani, tapi beda banget, dia petani yang makin lama makin kaya dan makin luas tanahmya, dan bukan justru menjual tanahnya seperti petani penggarap karna dia juga betindak sebagai smart investor. Bisnis tanah adalah sambilannya yang bisa jadi passive incomenya. Namun dia setia bahwa petani tetep jadi profesi utamanya. Sampai kapanpun. Titik.
Read More

Minggu, 19 Juni 2016

KEBUN BUAH DAHSYAT, DI MASA KECIL SAYA


Dulu saya pernah tinggal lama di rumah Sinderan Mojogedang, Karangayar - Solo....luar biasa; ada sekitar 3 hektar tanah kebun yang penuh dengan bermacam tanaman buah dan cengkeh. Sebuah kenangan yang indah dalam hidup saya. Dan kenangan itu menginspirasi saya saat ini untuk membuat banyak situs yang membahas kecintaan saya pada tanaman buah-buahan, seperti www.buahbuahimpian.com dan www.bibitlengkeng.com yang keduanya lama bertengger menjadi number 1 di banyak kategori mbah Google, karena didukung oleh crita lebay dan foto-foto buah super saya.

Begitu luasnya kebun buah masa kecil saya itu, sehingga ada pohon-pohon buah yang begitu saya sukai sampai sekarang seperti jambu tanpa biji Sukun, pepaya Jinggo yang ditanam pendek, jeruk Siem super manis, jambu air Delima Demak, Nangka Kunir, Duwet Jumbo, mangga Arum manis Probolinggo dan masih banyak lagi. Saya paling suka memakan buah-buah tersebut langsung di atas pohon. Asyik banget.....

Namun betapa terkejutnya saya ketika kemarin sore tak sengaja lewat Mojogedang (habis mengirm bibit lengkeng Kristal 2 super ke Madiun), Menyaksikan sendiri betapa kebun buah-buahan itu hlang lenyap dan berganti kebun karet. Aduuhhh, lemes rasanya.....hilang sudah kenangan itu! Sangat disayangkan......
Read More