Agro Mono Horti. & Konsultan

Minggu, 29 Desember 2013

OBRAL BIBIT BUAH!

Beberapa hari belakangan ini, banyak yang bertanya tentang originalitas bibitnya di inbox FB saya, terus terang saya rada bingung jawabnya......bila saya jawab sebenarnya jelas saya telah menjelek-jelekkan teman sendiri, sesama pembibit. Apalagi bibitnya dengan nama berbeda, jelas saya nggak berhak mengadili. Apakah itu bibit asli atau aspal???
Ada yang begitu berani nanya di wall saya, ngeyel lagi....(karena saya nggak enak jawabnya)...
Saya pun nggak berani jawab secara pasti...karena nggak tahu pasti....
Yang ingin saya tekankan bahwa segala sesuatu itu ada resikonya......demikian pula dalam membeli bibit buah. Kalau kemudian Anda membeli karena alasan diskon besar-besaran.....woalah apalagi itu. Nyantai aja kali......
Trus Anda bertanya; berarti bapak nggak setuju bibit buah dijual murah???
Bibit buah diobral?
Oh nggak-nggak.....itu urusan sampeyan, saya nggak mau ikut campur tangan....
Anda telah memilih, ya Anda harus mau menanggung resikonya dong...
Yang penting Anda kenal siapa yang jual....dan percaya....titik.

Saya sejak awal memang memilih untuk masuk ke kelas menengah atas.....yang mampu membayar bibit yang terjamin keaslian dan keunggulannya. Seandainya saya kehabisan bibit, saya bisa kok beli bibit di dekat rumah saya untuk menutupi kekurangan tersebut. Namun saya memilih jauh-jauh ke seorang teman yang tinggal di Solo. Dan itu salah satu harga mahal yang harus Anda bayar....
Saya nggak main-main untuk itu....
Katakan lah untuk Srikaya Jumbo, batang bawahnya musti Mulwo yang buahnya gede....jadi matching bener....antara batang bawah dan atas nyambung printah ginetiknya...

Namun bukan berarti saya tak pernah salah, saya juga seperti Anda, saya punya kelemahan. Di awal-awal karier saya pun banyak tertipu oleh teman (yang tidak sengaja menipu) maupun oleh orang-orang yang saya anggap bisa dipercaya. Saya pernah menjual bibit buah yang saya anggap asli karena saya ngambil entres (dan bibitnya jugak) dari orang yang punya latar belakang pembibitan yang panjang. Seorang profesional, yang juga terkenal dan diakui di tingkat nasional. Apa saya salah kalo saya percaya 100% sama dia?? Sampai sekarang itu menjadi trauma tersendiri bagi saya......
Saya juga lemah di tanaman yang hanya bisa diperbanyak dengan stek seperti anggur,. Saya mendatangkan langsung dari Kebun Percobaan Anggur milik pemerintah di Sumber Asih, Probolinggo. Namun sayang, pegawai-pegawainya tidak lah seagresif dalam membuat bibit buah seperti pegawai swasta......stok bibit anggur sering kali habis. Sedangkan permintaan meluap....jalan satu-satunya ya mencari ke penakar bibit anggur lain.....dalam pencarian ini saya ada juga tertipu, tapi saya anggap pelajaran. Bibit saya singkirkan ditempat tertentu....yang asli saya sendirikan di tempat terpisah. Suatu kali saya mendapat orderan bibit dalam jumlah besar dari suatu kota di Sumatera, salah satunya bibit anggur Red Prince. Namun karena saya saat itu di proyek, saya minta supaya bisa menunggu waktu pengirimannya. Karena saya terus terang orangnya 'one man show', setiap pengiriman harus diperiksa saya terlebih dahulu sebelum dikirim. Beberapa hari kemudian, si pemesan ternyata nggak sabar dan marah-marah sambil menuduh saya macam-macam. Yang saya makan duitnya lah....Oh, ya udah saya jelaskan dan katakan Anda harus berani menanggung resikonya sendiri bila ada kekeliruan nantinya. Dan benar saja, beberapa bulan yang lalu (setelah 1 tahun lebih berlalu) dia berkoar-koar di Facebook bahwa bibit yang saya jual adalah bibit anggur abal-abal. Sedih saya mendengarnya, saya tanyakan hal itu ke pegawai saya, jawabnya jelas tidak mungkin dia salah.....Terpisah dalam radius yang jauh, memang kecil sekali kemungkinan salah. Trus mana yang bisa saya percaya?? Kalo pun pegawai salah, kan saya sudah ngomong tanggung resiko bila salah??....pusiiingg....

Lantas Anda protes, masak sih bibit buah kok bisa dipalsu??.....Oh jangan salah sangka dengan saya, saya nggak nuduh gitu. Orang yang saya percaya bener2 pun yakin dia tidak membohongi saya.....mereka cuma memplesetkan aja. Artinya diri mereka sendiri pun nggak merasa berdosa, karena yakin dia benar. Ini seperti cerita pewayangan, dimana diceritakan Puntadewa atau Yudistira adalah seorang satria yang selama hidupnya tidak pernah berbohong. Ahli strategi perang, Prabu Kresna menyuruh Bimo membunuh gajah Esti Aswatama dengan senjata rujakpolo. Berita kematian Esti Aswatama inilah  yang oleh Pandawa sengaja diserukan sebagai kematian Aswatama,  untuk membuat batin Begawan Drona tergoncang.  Dalam situasi yang tidak menentu, Drona bertanya kepada Yudhistira, orang yang paling jujur, sabar dan tidak pernah marah,  makanya dirinya  disebut juga sebagai orang yang berdarah putih. Ketika ditanya oleh Drona, Yudhistara menjawab, “Ya, Esti (diucapkan lirih, nyaris tidak terdengar)  Aswatama memang tewas.”  Yudhistira tidak berbohong (iya kan nggak merasa berbohong). Drona mendengarnya bahwa yang mati adalah Aswatama, tentu saja langsung teriak-teriak, menangis dan berlari-lari tanpa tujuan.  Jiwa Drona terkoyak sehingga menjadi labil. Dari sanalah, Drestajumena –  putra bungsu Prabu Drupada – menebas  lehernya, sehingga kepala guru besar itu terpenggal. Drona tewas, (sebab dibohongi) oleh para prajurit Pandawa, bahwa anaknya semata wayang dikabarkan tewas terbunuh. Dengan kabar kabur itu, hatinya menjadi galau, sehingga dengan mudah  untuk diserang. Bohong gaya Yudhistira ini dianggap sah...weleh....welehhh....



Trus Anda bertanya lagi (ngetes)......apa saja sih bibit buah yang gampang/ rawan diplesetkan bak bohongnya Yudhistira ??
Dari pengalaman di lapangan terdapat beberapa hal, dari segi:

1. Warna; kalo bibit Buah Mangga Yuwen terkenal berwarna merah, sedangkan Anda cuma nanya bibit mangga Yuwen....nggak salahkan kalo ada yang ngasih Green Yuwen, Yellow Yuwen...
2. Asal Persilangan; kalo Anda pingin jambu Sukun Jumbo (maksudnya jambu Kristal)....nggak salahkan kalo Anda dikasih jambu Mutiara atau jambu Farang....kan sama-sama Sukun Jumbonya.
3. Besar buah; kalo Anda bermaksud beli jambu Citra.....beruntung banget Anda kalo justru dikasih Citra jumbo atau Thongsamsi.....tapi gimana kalo Anda dikasih Little Citra....hehhhee...seorang temen kehilangan pelanggan kakap gara-gara kasus Citra ini.....
4. Varietas baru; masih bolehkah Anda membeli lengkeng-lengkeng generasi 1, ya boleh aja....tapi yang sudah diperbaiki. jadi kalo Anda beli lengkeng Pinpong ya tanya lah ini lengkeng Pinpong daun kecil (bijinya kecil asal Thailand) atau lengkeng Pinpong daun besar (bijinya besar asal Vietnam)?? Trus lengkeng Itoh daun pendek (lama) atau daun panjang (baru) yg kualitas dan produksinya lebih top??
5. Nama Varietas: Lengkeng yg paling top saat ini Kristal 2, ada yang memberi nama New Kristal, bahkan Itoh Super.....apa saya bisa menyalahkan kalo Itoh Super itu bukan Kristal 2??...nggak tau. Terus, tahukah Anda, mangga Irwin dan mangga Erwin itu mangga yang berbeda, tapi kalo disebutkan dengan lafal yang cepat jadi kelihatan sama??
6. Rasa. Apa Anda yakin bibit Barbados Cherry yang Anda beli yg rasa masam atau yang manis??

Masih ada?? Buanyak lah. Katakan lah begitu miripnya bibit durian D24 dan durian Matahari bagi orang awam, antara Fermilion Cherry dan Lolita Cherry hanya bisa dibedakan pada buahnya kelak, antara bibit mangga Gedong Gincu dan Gedong biasa hanya terlihat pucuknya yang berbeda dan masih banyak lagi. Maka waspadalah!! Waspadalah!!! Jangan tanya saya trus.....hehhhee....


Rabu, 28 November 2012

PELUKLAH DAKU: Bibit buah pun cepat berbuah!


Sejak Masaru Emoto menerbitkan bukunya "The Miracle of Water" maka dunia pun gempar. Bayangkan, selama bertahun-tahun meneliti air, maka hasilnya ditemukan suatu fenomena sangat unik pada air. Bahwa air ternyata terdiri atas rangkaian kristal yang sangat banyak (tentunya dilihat dengan peralatan yang canggih).dan anehnya bentuk kristal itu bisa saja berubah, sesuai dengan perkataan atau perlakuan yang diterimanya. Bila diucapkan kata "cinta" atau kata-kata manis lainnya maka kristal air terbentuk utuh, namun sebaliknya bila mendapat ucapan kasar, kristal air akan berbentuk tak beraturan. Air jadi terlihat mengerikan!

Kejutan pun berlanjut. Lantas, orang beramai-ramai berpikir, kalau benda mati saja seperti punya "perasaan", terus bagaimana dengan tanaman yang jelas-jelas makhluk hidup??

Maka tak heran saya kalau kemudian saya mendengar tetangga saya; mas Man berzikir di depan tanaman jambu airnya yang sudah mau mati, beberapa hari kemudian tanamannya kembali pulih dan berangsur-angsur subur lagi. Bahkan ketika kedua kalinya tanamannya itu gosong akibat saudaranya yang membakar sampah terlalu deket, eh tiga hari yang lalu saya lewat rumahnya......tanamannya sudah menghijau. Ckkkckkkk.....

Lain lagi yang dilakukan temen Facebook saya "Siti Abiza" maaf, sekarang berganti nama jadi Nungky (saya sudah minta izin pemuatan ini) membuat saya geleng-geleng kepala bener.....tepat 1 tahun yang lalu dia bertanya disertai foto pohon nangka kecil yang penuh buah bergelantungan di dinding saya....dan dijawaban saya (agak) curiga dia memakai hormon, terus dia balas begini:

  • Nungky Makasih mas utk info dan sarannya,memang sayang sih kl harus menjarangkan buahnya. Alhamdulillah sy ga pakai hormon buah mas,hanya 1th skali dks NPK...mau tahu rahasianya?? Phn nangkanya sy ajak ngomong...hahahaaa (serius mas!)

Saking banyaknya waktu itu buahnya (lihat foto: pohon sekecil itu berbuah 22 biji), dia bagi-bagikan ke tetangga dan temen-temen, eh buahnya makin menjadi-jadi alias tak berhenti berbuah sehingga tukang ojek pun kebagian.

Namun itu belum seberapa, tadi pagi saya kedatangan pembeli dari Jakarta: mbak Nita. Setelah memborong banyak bibit-bibit buah mahal dan top, dia pun bercerita tentang pohon buahnya yang nggak berhenti berbuah dengan buah yang buanyakkk......dari atas sampai ke bawah. Saya langsung nebak: "Diajak curhat kali??"
Sekilas dia tampak kaget, "Lho, mas kok tahu? Tapi bukan cuma itu, mas....pohon itu juga aku peluk dan aku elus-elus!" Edan!!!


Terus-terang dia hanya meniru saja apa yang dia baca tentang apa yang dilakukan Pangeran Charles dengan bunga-bunga Anggreknya yang terus berbunga dengan indahnya (oh, pantesan ya Pangeran sampai lupa memeluk istrinya: Lady Di....hehhee)


"Saya merasa ada hubungan batin antara dia dan saya", tambahnya. Wuiiihhh dalem banget.....

Mungkin bagi Anda yang baru tahu cerita semacam di atas, bisa terbelah antara percaya atau tidak. Terserah Anda dan wajar karena Anda toh belum mempraktekkan. Sedangkan bagi saya yang juga jual bibit buah, info ini justru berkah. Dengarlah cerita rahasia yang hampir mirip dan diceritakan langsung oleh dua orang pedagang/ penakar bibit buah yang tidak saling kenal. Yang pertama teman saya, pak Samlawi dari Salaman, sedangkan satunya bapaknya teman baik saya Sandy Ppm. Sebagai pemilik, keduanya percaya bahwa ketika mereka mau ngura-uri (memangkas, menyiram, mendangir, memupuk, dll) sendiri bibit tanamannya ....entah bagaimana, esok paginya bibit jadi seger menyenangkan, lain banget bila itu dilakukan oleh karyawan. Dan yang lebih mengejutkan, tak beberapa lama ada saja yang kemudian membeli bibit-bibit buah itu.
Bener-bener misteri kan?
Makanya cepet peluk dong!!!!! Wkkwkkkkk.............

Anda tidak perlu meniru cara-cara yang mungkin Anda anggap ekstrim di atas. Yang jelas, bisa diambil hikmahnya saja bahwa ada cara benar menanam/ merawat bibit buah yaitu MELIBATKAN HATI KITA! Anda terlibat secara emosional, benar-benar menyayanginya dan bibit buah pun cepat berbuah! Semoga......

Kamis, 05 April 2012

CARA GILA PARA PETANI KAYA!

Dulu waktu saya masih kuliah, saya begitu 'jijik' (maaf) melihat kegilaan mereka, mual rasanya melihat cara kerja mereka. Bayangkan tiap inci tanah mereka begitu diperhitungkan, begitu berharga. Orang biasa mah buat pagar ya ditanami tanaman pagar, bisa pula pakai pagar bambu, pakai kawat berduri atau ditembok sekalian. Namun mereka memagari tanamannya dengan tanaman jeruk keprok yang berbuah lebat, dan mempersilahkan kalau ada yang mau. Pencuri mana yang masih tega masuk, lihat ranumnya buah jeruk di pagar? Mereka juga menanam tanaman tumpang sari dengan tanaman semusim, hasil panennya dibagikan begitu saja ke para tetangga sekitar.......

Hidup ini rasanya begitu enak buat mereka dan memang terbukti enak kok. Dengan cara gila di atas saja.......kayaknya masalah keamanan kebun yg menjadi 'sumber kejengkelan' kita sudah teratasi.

Yang paling gila lagi adalah menggunakan modal orang lain: tangan orang lain, tanah orang lain, pikiran orang lain dan tentu saja uang orang lain! Tampaknya model yang dipakai mendiang orang terkaya sejagad Aristoteles Onassis bener-bener dihayati di sini.

Membuka kebun bukan hal yang sulit bagi mereka, dan tentu saja harus luas, bahkan sangat luas. Supaya dianggap proyek dan orang pun mikir bila mau coba-coba menggangu. Gaya berhutang mereka pun ugal-ugalan dan rasanya tak perlu dibahas di sini, karna saya takut Anda menirunya tanpa punya dasar ilmunya. Tak heran sehari 24 jam tak cukup buat mereka, sehingga terkadang sebagai penjual bibit buah, saya mesti siap jika ditelpon jam 3 pagi sama mereka. Mereka memulai kerja jam 2 pagi tetttt!. Ihh.....gila bener.......Itu karna target per bulan bagi mereka sudah tampak jelas di pelupuk mata, dan itu wajib tercapai!!!!!!!

Namun meski gila ada yang bisa ditiru dari mereka yaitu kalkulasi perhitungan mereka yang luaaaar biasoo!! Trus terang agak sulit saya menulis hal ini tanpa menyinggung strategi hutang mereka, skali lagi jangan ditiru persis. Kalo nantinya Anda masih blum jelas juga ya wajar......soalnya ada yang saya sensor sih......hehhhee......

Bayangkan cara sederhananya seperti ini;

Bila mereka membuka kebun buah, yang paling diprioritaskan mereka adalah bibit buahnya, selalu saja tak ada tawar menawar harga di sisi mereka kalau mereka yakin bibit buah yang mereka ambil kualifaid. Rata-rata butuh waktu tidak lebih dari 5 menit setelah mereka melihat bibitnya. Mereka pun tak segan membuang tanahnya hanya untuk melihat matching tidak batang bawah dan batang atasnya.......( atau cara lengkapnya diuraikan di http://www.bibitbuah.com/2011/01/cara-kilat-memilih-bibit-buah-3-menit.html ).

Untuk bibit Monthong misalnya, mereka mewajibkan hanya batang bawah Monthong yang mereka ambil atau setidaknya sekelas durian besar Kumbo Karno lah. Nah kalau ini nggak bisa ditawar.....Mereka yakin dengan matchingnya sambungan, rasanya penyakitpun bisa diatasi dengan obat-obatan ramuan mereka yang diberikan sejak bibit kecil. Tapi bila tidak, kata mereka: penyakit Phytophthora palmivora yang merupakan “musuh” utama durian tak akan mampu diatasi meski dengan obat semujarab apapun.

Sedangkan lahan/tanahnya jelas mereka pinjam, dan targetnya tanah itu bisa kebeli dalam panen pertama atau kedua. Hebat kan! Kok bisa?

Mudahnya begini. Katakan lah Anda di daerah pedalaman, maksudnya tidak dekat dengan jalan raya, Anda menyewa tanah seluas cuma 1 hektar yang ditanami bibit buah durian Monthong top/asli dengan jarak tanam 10 x 10 m2 maka jumlah tanamannya adalah 100 bibit Monthong asli. Jelas?

Nah, biasanya nich dalam tahun ke-4 (bisa juga di tahun ke-3) Anda panen perdana dengan hasil rata-rata 50 Kg per tanaman atau total 5.000 Kg (5 ton), maka kalau dijual per kilonya dng nilai pesimistis aja Rp 15.000,- maka Anda mendapatkan hasil Rp 75.000.000,-. Apa nggak kebeli tuh kebun di pedalaman dalam 2 kali panen????

Anda mungkin protes seperti saya waktu pertama mendengar kalkulasi ini:
"Kok cuman Rp 75.000.000,- aja sih?"
"Lho, kan itu perhitungan pesimistis......coba kita bedah; rata-rata 50 Kg buah pertanaman itu brati cuma 10 buah aja. Jlas banget bisa lebih kan??? (lihat foto) Dari segi harga juga bisa naik lagi, apalagi kalau Anda punya kontrak dengan pembeli besar (supermarket) sebelumnya, maka harga Anda tentunya bisa lebih tinggi lagi dan terjamin."
"Oh, yaa..."
"Iya. Dan lihat luas lahan juga cuma 1 hektar, dengan 10 hektar kayaknya uang 1 M tidak mustahil bisa Anda raih"
"Wah, kok kayaknya mudah banget.....gimana kalau terkena hama atau penyakit?"
"Aduuh.....itu kan sudah dipikirkan di awal tadi?"

Sudah jelas??.....rasanya sudah cukup panjang saya nulis, mendingan cukup di sini deh.....takut entar Anda tahu taktik ngutang mereka ...... lain kali dilanjut dengan cara gila yang lain.....OK.....


Senin, 19 Desember 2011

Pak Harto dan Peranannya pada Bibit Buah

Ketika terjadi perang gerilya dalam rangka mempertahankan kemerdekaan negara kita, yang saat itu dipimpin langsung Jendral Sudirman, sosok Suharto begitu menonjol. Terbukti dari cerita-cerita para pelaku sejarah yang terlibat, seperti Suparjo Rustam yang begitu ngeri melihat sepak terjang beliau.

Bayangkan, saat iring-iringan gerilyawan saja, Suharto selalu berjalan jauh di depan dengan langkah kilatnya. Anda tahu maksudnya? Dialah sang martir atau sasaran tembak pertama bila bertemu pasukan Belanda.

Keberaniannya itu terbukti membuat perubahan dahsyat pada dunia tani kita! Maaf, dengan mengesampingkan politik (yang dianggap) kotor yang kemudian dilakukannya selama 32 tahun memerintah, jelas pak Harto begitu berperan besar bagi kemajuan pertanian kita. Terutama dalam mengatasi ancaman ‘kelaparan’ waktu itu pada ratusan juta rakyatnya melalui pencanangan swasembada beras. Bayangkan saja, dengan berani dan tanpa ampun; dia bangun secara besar-besaran irigasi, pabrik pupuk/obat-obatan/alat pertanian, penciptaan varietas baru yang adapatif dan tahan hama, pencetakan lahan sawah baru, sarana penelitian/pendidikan, pembukaan jalan baru dan masih banyak lagi. Tentu saja itu jelas dibangun dengan segunung hutang, dan bisa jadi itu dengan menggadaikan hutan kita yang jutaan hektar untuk menyakinkan negara kreditor.

Mungkin dia berpikir, “Apalah artinya negara kaya sumber daya alam, tapi rakyatnya kelaparan?” Kenyataannya memang begitu kok waktu itu. Bagi yang belum pernah dengar cerita jeritan kelaparan itu, maka dengarlah cerita Asmuni Srimulat ketika menceritakan masa kecilnya yang mampu menggambarkan masa itu di sebuah tabloid (seingat saya begini):
“Ketika aku naik bis bersama bapak, disepanjang jalan kulihat banyak orang tergeletak mati dengan perut yang melembung akibat busung lapar!” Wow…..kematian di lumbung padi.

Nah, dari situlah kita memahami mengapa di saat awal-awal pak Harto begitu menyepelekan pengembangan hortikultura di negeri ini. “Yang penting, rakyatku makan dulu!!!!”(Namun pada akhirnya dia sadar dng kesalahannya itu, maka bersama ibu Tien memprakarsai berdirinya taman buah "Mekar Sari". Salah satu lokomotif perkembangan bibit buah unggul di negeri ini.)

Padahal durian Monthong sudah lama sekali masuk dengan diserahkannya bibit pertama dari Ratu Sirikit ke Presiden pertama kita Sukarno. Tapi perbanyakannya terhenti begitu saja. Kita mendengar kembali kabar durian Monthongu lokomotif perkembangA setelah rame diberitakan ada durian yang dalam waktu 3 tahun bisa berbuah. Begitu terlambat.

Bahkan baru bener-bener terangkat, akibat efek penurunan booming penjualan kembang semacam Gelombang Cinta. Meski terlambat, kita masih beruntung ada orang-orang yang sudah mengembangkan terlebih dahulu bibit-bibit buah unggul itu. Sehingga booming ini memang sudah pas saatnya.

Yang mendesak di hortikultura kita saat ini, yaitu akibat pesatnya perkembangan bibit buah maka perlunya kita serius mempersiapkan industry hilirnya, bila tidak mau termehek-mehek seperti Thailand dulu yang justru didemo para petani buahnya, yang mesti membuang kelebihan produksinya saat panen raya dan menebang tanaman-tanaman yang sudah produktif untuk diatur kembali.

Kita perlu rumusan yang jelas, tidak hanya menanam demi sebuah program seperti target tanam 1 milyar pohon. Kita perlu menghidupkan lagi panduan berupa Garis-garis Besar atas apa yang akan kita lakukan sebagai haluan negara secara keseluruhan seperti jaman pak Harto dulu (tidak salahkan, ambil yang baiknya aja). Dengan begitu kita tahu dulu, apa yang kelak akan terjadi pada industri hortikultura kita, karena semua sudah terencana, tidak carut marut seperti sekarang. Dimana sering terjadi harga buah rambutan dan mangga terjun bebas saat panen raya.....sayangkan!

Kamis, 29 September 2011

Misteri Bibit Buah, Misteri Tanahnya!

Seringkali saat menjadi konsultan, saya terbelalak kebingungan menghadapi masalah yang sepertinya tidak ada pemecahannya, kita menyebutnya tidak masuk akal. Bayangkan, semua persyaratan sudah terpenuhi, tapi bibit buah atau tanaman tak kunjung subur dan berbuah juga. Sungguh misteri. Kalau sudah’ mentok’ begitu, sayapun langsung teringat film-film “Rahasia Illahi”di TV yang dulu sempat ngetop.

Kalau agroklimat yang pertama saya plototin, sekarang agrosunah yang mesti saya lirik. Saya berupaya melakukan pendekatan ke masyarakat sekitar kebun, adakah masalah disana? Biasanya masalah berkisar tentang batas tanah, status tanah, penutupan jalan umum, benda-benda keramat dan sebagainya. Saya tidak berusaha mencampuri masalah pribadi, hanya mencari akar permasalahnnya saja. Kalaupun kemudian saya membahasnya, sebatas saran , tidak lebih.

Bahkan seandainya ada tanaman yang mati secara tiba-tiba, saya tidak lantas berprasangka macam-macam kok, hanya beristigfar! Masak di sekitar tanaman tersebut banyak ulat yang bulunya gondrong bak domba. Bulu kudukpun merinding. Hiiiihiii………….Nah, disaat nyemprot untuk membasmi hama itulah, kita berdoa memintakan ampun bersama.

Bibit-bibit buah yang tadinya subur, merangas bak kena air panas. Daun berguguran satu persatu.Saya sambil guyon bilang kalau tanahnya sedang marah…..hehhee…..

Ya betul……………tanah!

Tanah yang barang mati itu tiba-tiba hidup!
Namun jelas kitalah yang membuat semua itu hidup. Anda mungkin berpikir, saya terlalu mengada-ada. Tapi itu kenyataan, sebagai bukti saya pernah berkunjung ke sebuah desa yang bernama “Lemah Tamba” atau artinya tanah yang bertambah. Selidik punya selidik ternyata nama itu karna adanya sebuah makam keramat yang diyakini para peziarahnya akan membuat tanah yang mereka miliki bertambah luas, bila mereka mengambil tanah kuburan kramat tersebut lantas menyebarkannya di tanah mereka sendiri. Apakah tanah mereka bertambah luas?, ya tergantung besarnya keyakinan mereka. Ini keyakinan manusia yang dipermainkan. Padahal MasyaAllah, kita ini adalah makhluk yang tercanggih yang pernah ada di bumi ini. Kita diberi kekuasaan untuk membuat/mencipta dengan keyakinan kita yang merupakan anugrah yang hanya diberikan ke manusia. Tanpa hal-hal berbau syirik tersebut…….kita mampu kok, kita sering berubah jadi makhluk peragu, setelah kita didera serangkaian kegagalan, dan kita akhirnya nekat mencari jalan pintas!

Sekarang secara nalar saja, apakah tanah yang mereka ambil asli bener-bener tanah kuburan keramat tersebut?

Kalau tiap hari ada saja orang yang ngambil, perkiraan saya dalam dua bulan saja: habis kan? Terus tanahnya darimana lagi? Tanpa sengaja saya bertemu dengan orang yang tahu hal itu, dia bilang: ” Ya ambil di sawah to Om”. Haahh!!

Trus apa hubungannya dengan kesuburan bibit buah?

Ya, itu tadi: tanah yang diyakini keramatpun membuat masalah besar, coba pikirkan, tanah mana yang akan membuat tanah mereka menjadi luas? Yang jelas ya tanah di sampingnya, alias tanah tetangga. Siapa yang tidak sakit hati tanahnya diambil alih, meski dengan banyak cara yang terlihat seperti transaksi halal, namun ada keanehan yang menyertai? Misal, mereka seperti tidak sadar menjual tanahnya dengan harga murah, ketika sadar mereka begitu menyesal. Rasa sesal pemilik lama ini menjadi racun di tanah yang tak ada penawarnya.

Yang lebih mengerikan lagi, bila tanah tersebut ada hubungannya dengan pengambilan secara paksa atas hak waris anak yatim, atau yang lebih dahsyat lagi pengambilan tanah wakaf oleh para keturunan si pemberi tanah wakaf!  Bagaimana ini tidak menghidupkan sesuatu yang mati bila begini? Saya pun terkadang memilih mundur. Sesuatu yang tidak ada pemecahannya, teramat sulit untuk dipikirkan. Cenderung membuat bulu kuduk berdiri, satu persatu korban berjatuhan termasuk bibit buah kesayangan........Akh......

Saya selalu mengambil hikmah dibalik itu semua. Seperti saya yang begitu suka wejangan dari Ustad Danu, yang mengobati penyakit dengan melihat dosa-dosa yang telah kita perbuat.

Sehingga uraian di atas hanyalah paparan hikmah yang mesti kita renungkan, bahwa ada hal-hal yang tidak bisa kita analisa secara ilmu pertanian biasa, namun bukan berarti itu malah jadi alasan Anda untuk tidak terus berupaya membuat bibit buah Anda menjadi tanaman yang tumbuh subur dan berbuah lebat. Sepanjang kepemilikan tanah Anda sesuai syariat atau tidak melanggar hak-hak orang lain, tancap trus untuk membuat bbit buah Anda tunbuh, tumbuh dan trus tumbuh......





NB: Ketika saya masih anak ingusan dulu, saya menemukan sebuah buku milik kakak saya yg ditulis oleh seorang Ulama India terkenal. Buku itu begitu jernih memberi pencerahan pada saya. Buku itu sepertinya menggambarkan dunia ini seperti mesin cuci; yang akan melibas setiap orang yang mengaku beriman/beragama tapi berbuat dosa, dibersihkan dengan derita dan cobaan trus menerus sepanjang mereka trus melakukan dosa bahkan sampai di kuburnya sehingga mereka akan bersih dari dosa ketika menghadap Tuhannya. Demikian pula orang yang tidak beriman/tidak beragama akan dicuci/dibalas dengan kekayaan dan suka cita sepanjang meraka melakukan amal kebaikan di dunia, sehingga merekapun akan bersih ketika menghadap Tuhannya. Namun bersih dari amal kebaikan yang mereka perbuat di dunia, hanya dosa yang mereka bawa dengan perasaan malu yang teramat sangat!

Sabtu, 11 Juni 2011

Tanam Bibit Buah buat si Kecil!

Rasanya bahagia banget hidup ini bila berguna bagi orang lain, apalagi anak sendiri. Kemana-mana kita pergi, kitapun hati-hati karena mereka butuh kita, mereka menghargai setiap kehadiran kita. Senyum dan tawa mereka menghiasi kedatangan kita, menghapus rasa lelah kita. Merekalah buluh perindu kita. Dan mereka juga ladang jihad kita, bekerja sangat keras untuk menghidupi mereka adalah ibadah wajib yang diasuransikan  ke Surga bila kita mati saat menikmati kerja.

Seperti pagi ini, seorang petugas PLN mampir di kebun setelah lelah mencari alamat pelanggan yang tak jelas. Saya kagum, meski kelelahan, wajahnya tampak berseri-seri dan ikhlas. Dia cerita panjang bagaimana hidupnya bener-bener untuk anaknya, dia jalani laku prihatin orang Jawa untuk masa depan anaknya. Sholat tahajudpun terkadang sampai lupa berdoa untuk dirinya sendiri, dia memohon Allah memberi jalan yang mudah untuk kehidupan anak-anaknya. Dia sadar, anak-anaknya akan menghadapi jaman yang lain dengan jaman yang telah dia jalani, jaman yang keras dan penuh persaingan! Hasilnya anak-anaknya kini hidup mulya, mandiri dan membanggakannya. Dia juga bersyukur pada istrinya yang mendidik anak-anaknya untuk berlaku hormat atas jerih payah bapaknya. Sebuah surga yang telah dia cicipi lebih dulu di dunia. Terima kasih ya Allah, Tuhanku satu-satunya!

Jelaslah anak-anak kita adalah pewaris kita, mereka juga memetik setiap kebaikan yang kita lakukan di dunia. Bahkan memetik buah yang dulu kita tanam bibit buahnya. Itu hak mereka dan kewajiban kitalah  yang menanam itu, dan ini yang sering dilupakan para orang tua. Bahkan dalam kisah, mereka berhak menyeret kita ke neraka, meski kita sudah enak-enakan di Surga, bila kita menyengsarakan hidup mereka yang menyebabkannya jauh dari Sang Khalik. Nauzubillahi min zalik.

Sekarang lah saatnya untuk tidak lagi terpaku pola instant. Kalau saya menampilkan banyak buah-buah yang menarik dan tampak lezat di FB saya 'Buah buah Impian', bukan berarti untuk langsung dimakan, tapi memancing Anda untuk menanam bibit buahnya. Apalah artinya waktu menunggu berbuahnya bibit buah genjah yang cuma beberapa tahun atau hanya beberapa bulan saja. Bandingkan dengan orang tua kita yang perlu waktu belasan tahun untuk menikmati buahnya, hanya sebentar kan kita! Bahkan jika Anda punya uang lebih, beli aja yang sudah ada buahnya. Dan itu akan Anda nikmati terus, sampai anak cucu Anda. WOowww.....sebuah dunia penuh buah yang sebentar lagi Anda nikmati bila Anda mau menanamnya buat Anda sendiri atau lebih mulianya untuk anak-anbak kita!!!

Selasa, 07 Juni 2011

Memindahkan Tanaman Buah, Harus Hati-hati!!


Saya bener-bener mencontoh Walikota Solo pak Joko Wi dalam hal ini. Beliau begitu sabar, bayangkan untuk memindahkan para PKL di lapangan Banjarsari memerlukan puluhan kali makan bareng tanpa membicarakan maksud yang sebenarnya, baru setelah akrab dan nyambung, beliaupun menyampaikan dengan santun sehingga diterima semua pihak dengan legowo. Saya acungin jempol tinggi-tinggi karena inilah yang dinamakan "Nguwongke" memanusiakan para PKL itu, dan beliau tidak menggunakan prosedur baku yang biasa digunakan para pejabat lainnya lewat tangan Satpol PP, mengunakan surat peringatan berkali-kali trus aja gusur dan sikaaat!

Demikian juga bila Anda bermaksud memindahkan tanaman Anda yang sudah besar, Anda harus extra hati-hati tanpa terburu-buru. Ingatlah, akarnya sudah menghujam jauh ke bawah. Akan jadi kejutan yang besar bagi tanaman bila dicerabut begitu saja dari papan asalnya, akan ada reaksi negatif dari tanaman: bisa stres dengan tanda kelayuan di daun. Mencabut tanaman dalam waktu singkat juga membuat akar banyak yang putus, akar serabutnya pun terkena panas matahari langsung yang berakibat mengeringnya ujung-ujung akar. Ini jelas berbahaya bagi kelangsungan hidup tanaman itu sendiri.

Cobalah untuk bersabar, perlu langkah-langkah yang mesti ditunjang baik bahan maupun alatnya. Istilahnya adapatasi pengurangan tanahnya perlu waktu beberapa hari. Perhatikan bagaimana arah akarnya yang kesamping.  Perhatikan juga tanaman yang disebelahnya. Anda bisa memulai dengan membersihkan bagian atas tanahnya dulu.

Ketika mencangkul bentuklah seperti pot untuk bola tanahnya, yang  semakin ke bawah semakin kecil diameternya. Ini akan memudahkan dalam hal pembungkusan dan pengangkatan ke atas nantinya. Peringatan, jangan sampai meninggalkan lubang yang telah Anda gali tersebut sebelum membungkus pot bentukan Anda tadi. Bila pecah bola tanahnya, maka tanaman akan mati!














Setelah dibungkus tanahnya, maka diikat sedemikian rupa supaya memudahkan dalam pengangkatanya ke atas. Sekali lagi prosesnya perlu waktu lama, jadi ini mematahkan anggapan orang bahwa ada tangan panas atau tangan dingin (yang ahli memindahkan tanaman). Kecermatan melihat situasi dan kondisi saat dilakukan pembongkaran dan memindahkan tanaman juga menentukan tinggi rendahnya tingkat kematian tanaman hasil pindahan tadi. Yang jelas Anda perlu melakukannya dengan penuh kehati-hatian, dijamin Anda berhasil.

Juga jangan lupa, lubang tanamannya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum tanaman tiba ditempatnya yang baru dan sudah terisi dengan pupuk kandang sepertiganya. Salah satunya untuk membebaskan lubang dari hama dan penyakit. Baru setelah ditanam, berilah zat perangsang akar, untuk menumbuhkan akar yang terpotong dengan segera, contoh yang paling umum ya Roton F. Monitor dari hari ke hari perkembangan tanaman. OK, selamat mencoba!

Minggu, 29 Mei 2011

Kaya berkat Tanaman Buah

Dia begitu kayanya sehingga orang mengibaratkan kekayaannya bagai danau yang memiliki banyak sumber mata air. Suatu kali secara tak sengaja aku melewati rumahnya, yang hanya terlihat pagar tembok tinggi. Seseorang, yang aku tebak sebagai seorang pembantu, keluar dari pintu gerbang sambil tertawa terkekeh-kekeh. Jelas ini mengundang tanya besar bagiku. Aku hampiri. Dan kutanyakan sambil lalu tentang apa yang membuatnya tertawa. Dia menunjukkan kertas yang dipegangnya dan berkata: "Sudah puluhan tahun saya mengabdi pada majikan saya di dalam, dan sebagai penghargaan terhadap kesetiaan saya maka dia memberikan ini sebagai rahasia kekayaannya, Dia memerintahkan aku menuliskan kata-kata yang tertulis di kertas ini beberapa kali tiap hari. Untuk itu dia memberikan aku waktu cuti selama 3 bulan kepadaku, supaya aku fokus dalam menuliskannya. Apakah itu bukan sesuatu yang konyol dan teramat lucuuu????" Dia memberikan kertas itu padaku dan langsung kubaca:

"Aku sangat percaya dengan  diriku. Dengan apa yang aku percaya bisa aku capai. Aku bangga dengan diriku sebagai makhluk spiritual yang berintelektual tinggi dan punya tubuh jasmani.yang sehat sempurna, tampan dan menarik. Aku sungguh-sungguh bersyukur akan berkah ini, karna kenyataannya tubuh fisikku memang luar biasa!
Aku sangat bahagia karena aman dalam segi finansial, memiliki manajemen keuangan yang handal dan berinvestasi dengan bijak....dan...bla...bla...bla...."

Aku pegang kertas itu erat-erat (sepertinya aku pernah membaca dalam sebuah buku lama), meski belum semuanya kubaca. Tubuhku gemetaran. Aku menemukan rahasia harta karun yang selama ini aku cari. Akupun langsung menatap orang itu dan kukatakan:
 "Aku bayar kertas ini Lima Ratus Ribu Rupiah, mau?" Orang itu menatapku sepetinya aku orang gila yang membayar selembar ketas dengan uang ratusan ribu. Diapun menganggukkan kepala, tanda setuju. Sebelum dia berubah pikiran maka kubayar cepat-cepat dan berlalu pergi......
'Terima kasih atas uang cutinya ya!!!" lamat-lamat kudengar dia teriak dari jauh, sambil tertawa gembira.
Aku tidak tahu bagaimana lebih gembiranya hatiku saat ini......tak terlukiskan ...'Alhamdulillah' kuucapkan berkali-kali.....

Ini hanyalah sepenggalan cerita di blogku yang lain......yang ingin mengungkapkan, salah satu cara saja yang digunakan orang super kaya untuk menjadikan dirinya Milyarder dengan menuliskan keinginannya dan kondisi ideal yang dia inginkan, seakan-akan itu sudah terjadi.  Dan mereka begitu yakin terjadi, karena mereka telah membuktikannya. Perlu disiplin yang sangat keras supaya mampu melakukan itu tiap hari. Menuliskan dikertas terus menerus dengan dibumbuii emosi merupakan cara ampuh untuk menuliskan di alam bawah sadar kita yang terdalam, self hipnotis. Namun kenyataannya, betapa banyak hal yang kita lakukan tanpa ditulis atau direncanakan, seakan semuanya ini mengalir begitu saja. Bener-bener tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Harus terencana dan tertulis. Saya pernah bekerja di sebuah perusahaan perkebunan besar dan akhirnya mundur ingin kuliah lagi setelah tahu bahwa ternyata bahasanya bisnis itu Akunting dan nekad mendalaminya dari dasar. Salah satu fungsi Akunting yaitu mencatat atau menulis setiap transaksi, ini amat penting untuk penyusunan budget nantinya. Dan budget bisa memberi kita gambaran besar, apa yang akan kita lakukan ke depan. Tanpa itu kita bagaikan orang buta yang meraba-raba terus.....
Entahlah, mungkin karena kita terbiasa mengendari motor dengan penunjuk BBM sudah berwarna merah, dan baru berhenti sampai motor benar-benar terhenti......karna BBM ludesss....
Hidup dengan perasaan deg-degan.....
Maka saya kaget ketika ada orang menyuruh saya membuatkan Kebun Buah, tapi nggak mau membaca ketika saya sodori proposal/analisis biayanya....
Saya hanyalah konsultan atau pembimbing sementara.....begitu proyek satu selesai, saya meloncat ke proyek yang lain.....dan hanya Andalah yang harus mau melanjutkan untuk memikirkan ke depannya dan menuliskan rencana produksi, pendapatan dan pemasarannya...yang akan membuat Anda bisa kaya.....tanpa itu, Anda bahkan sulit sekali melihat diri Anda kaya, meski hanya bayangan sekalipun.....
Apalagi tanaman buah adalah makhluk yang pasif, mau Anda bentuk apapun dia pasrahh.....
Analisa juga membuat kita tahu persis sampai dimana kita dan mau kemana???
Marilah kita biasakan menulis apa saja rencana kita ke depan dan pingin jadi apa sebenarnya kita. Rasakan itu sekarang, seakan-akan memang benar-benar sudah terjadi/menjadi kenyataa mutlak....maka benar-benar akan terjadi. InsyaAllah......







Jumat, 20 Mei 2011

Jalan Panjang Bibit Unggul Adaptif

Bayangkan, Amerika Serikat saja perlu waktu sampai 100 tahun untuk bisa mendapatkan tanaman Anggur yang adaptif dengan cara menyilangkan dengan Anggur liar yang hidup disana. Sedangkan kita tidak memiliki anggur liar itu, tentu saja lebih panjang lagi kan?

Peran ini sebagian ada pada pundak peneliti-peneliti kita, meski harus kita akui bahwa saat ini Balai-balai Penelitian kita masih kayak berada di menara gading, jauh tinggi, yang hasil penelitiannya jarang terpublikasikan! Namun keluarnya bibit buah anggur seperti Probolinggo Biru, serie BS, Bali dan kemudian muncul yang manis dimakan sebagai buah seperti Moscato, Belgie dan Prabu Bestari dari Kebun Percobaan Banjarsari-Probolinggo memberi harapan baru bahwa merekalah pelopor munculnya bibit-bibit adaptif di negeri ini. Karena kita tahu tanaman anggur bukan tanaman asli, tapi kita punya lahan ribuan hektar yang cocok untuk tanaman exclusive ini. Kita miris kalau melihat bagaimana membanjirnya impor buah anggur, padahal kita jelas mampu swasemabada, tentunya tanpa bermaksud mengekspor karena pasaran dunia sudah jenuh dengan anggur.

Kita juga masih ingat dan bangga betapa Jambu Getas Merah yang jadi penakluk ampuh Demam Berdarah (DB) dihasilkan dari silangan Jambu Bangkok dan jambu lokal oleh peneliti di RC Getas-Salatiga (sayangnya sekarang kembali fokus meneliti karet saja). Itu betul-betul prestasi yang perlu diacungi jempol tinggi-tinggi.

Atau coba dengarkan kisah/sejarah yang diceritakan dengan manis oleh Onny Untung dalam bukunya "Jenis dan Budidaya Apel" tentang bagaimana bisa ditemukannya apel kebanggan kita Apel Manalagi:

Apel unggul ini pertama kali ditemukan di Kebun percobaan Banaran, Batu - Malang oleh Surachmat Kusumo, peneliti senior di Sub Balai Penelitian Hortikultura, Pasar Minggu.
Konon varitas ini dulu bernama Gandon karena berasal dari desa Gandon. Diduga ia merupakan introduksi dari Belanda, namanya zoote achaart yang yang berarti manis. Namun karena di Belanda (bahkan Eropa) tidak ada kultivar yang mirip ciri-ciri Gandon maka ia dianggap asli Indonesia.

Pada tahun 1967 di Banaran hanya ada satu pohon apel Gandon berusia lima tahun. Oleh karena dagingnya kurang lezat dan rasanya hanya manis maka ia tidak dirawat dan dikembangkan. Untung saja dua tahun kemudian, begitu mata cabang apael Gandon diokulasi pada 1000 cabang Rome Beuty, maka mutu buahnya ternyata menjadi sungguh memuaskan. Masyarakatpun mulai mengenal keistimewaan apel Gandon pada tahun 1970 dan terus berkembang sampai kini dengan nama Manalagi.

Saya terharu tiap kali membaca kisah di atas, maka saya begitu menghargai tanaman buah unggul yang ada sekarang karena ternyata hasil perjuangan yang panjang untuk mendapatkannya. Cayoooo.....




















































 
Free Web Hosting | Top Web Host