Agro Mono Horti. & Konsultan

Jumat, 05 November 2010

Bibit Buah Mangga: Green is Sweet, Mister!

Seorang petani di desaku di Indramayu sana nanya padaku:
" Kenapa Mas, mangga Indramayu yang seenak dan sebesar ini kok nggak bisa diekspor ke Eropa?".
Akupun tersenyum makfum, rasanya sudah puluhan kali aku mendapat pertanyaan seperti ini. Terkadang aku malas menjawabnya, karena ujung-ujungnya bisa ditebak, dia pasti 'ngeyel'. Strateginya aku akan mencoba dengan membandingkan mangga Gedong Gincunya yang berhasil dia jual ke pengekspor.
"Tapi tetep masih enak mangga Indramayu, mas" (tuh kan ngeyel)
"Itu menurut selera bapak" jawabku "Trus warnanya, gimana?"
Dia bengong "Apa hubungannya, Mas?"
Itulah permainan persepsi, orang kita sudah terbiasa dengan beraneka ragam buah tropis, bagi kita, buah apa saja enak kalau manis! Bagaimanapun tampak bentuknya, apalagi warnanya, kita nggak peduli. Sedangkan  konsumen kita lain (orang Eropa. red), mereka terbiasa dengan buah-buahan 4 musim. Kalau mau melihat yang manis ya dari warnanya - Yellow or red is sweet. Warna mampu menunjukkan tingkat  kematangan, sekaligus kemanisan buah. Jelas, atau masih ngeyel?
Mangga Carabao (dari Philipina - lihat gambar) adalah salah satu contoh yang bagus. Buahnya luar dalam semuanya berwarna kuning cerah. Mampu menggoda lidah orang Eropa. Namun sejak diperkenalkan di Indonesia, mangga yang satu ini tidak banyak mendapat respon dari pekebun kita, bahkan cenderung dicuekin. Padahal dari buah yang satu ini, Philipina menjadi salah satu pemasok terbesar mangga di pasaran dunia.
Jadi ya monggo, berarti kita harus mau mengubah persepsi kita dan disesuaikan dengan yang dimaui konsumen? begitu. Itupun masih ada yang ngeyel dan coba-coba teriak lewat iklan-iklan mereka di Eropa bahwa 'Green is Sweet!'. Waduh, perlu beapa puluh tahun untuk mengubah persepsi mereka, Mas?.....












0 ulasan:

Poskan Komentar

Silahkan Anda berkomentar. Namun tetap menjaga kesopanan. Terima-kasih.

 
Free Web Hosting | Top Web Host