Bibit Leci Dataran Rendah Menyerbu!

bIBIT


Buah leci ini berasal dari China Selatan dan dikenal hidup di dataran tinggi. Penyebarannya kemudian sampai ke Asia Tenggara, termasuk Thailand. Di negara ini, leci justru beradaptasi di dataran rendah, var. kom misalnya, mampu hidup di daerah pantai sekalipun. Ini kejutan di dunia pertanian, sehingga yang terjadi kemudian varitas ini disebarkan ke penjuru dunia, diantaranya ke Indonesia.

Tahun-tahun pertama masuknya leci kom ke Indonesia, tidak ada yang mampu membuahkan, hanya beberapa yang kemudian berhasil di dataran tinggi. Namun seiring perkembangannya justru orang-orang yang terus tanpa berhenti mengusahakannya akhirnya berhasil membuahkannya. Dari tanaman yang sudah berbuah iniilah amunisi serangan berasal. Sehingga tak heran hasil cangkokannya berupa batang-batang kecil yang harganya terus melambung tinggi.
Share on Google Plus

About Sulis Mono

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

3 ulasan:

  1. gimana cara membuahkanya? apa pake potasium klorat juga kayak lengkeng?

    BalasHapus
  2. Leci dataran rendah ini menyukai/membutuhkan perbedaan suhu siang dan malam yang tinggi untuk bisa berbuah tanpa perlu perangsangan. Banyak yang mencoba dengan perangsangan lengkeng seperti yang Anda sebutkan: potasium klorat, tapi tingkat keberhasilannnya kecil.Di Indonesia banyak tempat seperti itu, tapi sayang miskin banget hara atau bulan kemaraunya terlalu panjang (sehingga justru stress). Pengalaman saya di tabulampot yang sudah berhasil (sayang sudah laku terjual) dengan pemberian pupuk ekstra. Baik pupuk organik maupun anorganik, pupuk cair, genoa, dll. Thx

    BalasHapus
  3. iya, kebanyakan orang mengeluhkan.... banyak yang menanam tanaman ini, tapi susah banget untuk berbuah... padahal pupuk dan cara lain sudah diberikan,
    bibit tanaman buah (bibit jeruk,kelengkeng,durian dll)

    BalasHapus

Silahkan Anda berkomentar. Namun tetap menjaga kesopanan. Terima-kasih.