Agro Mono Horti. & Konsultan

Rabu, 24 November 2010

Mengapa Bibit Buah Kami (dianggap) Mahal?

Dua hari yang lalu saya mengirim pesanan bermacam-macam bibit jeruk ke sebuah hotel & restorant di Gombel, Semarang. Perlu waktu 3 hari bagi saya untuk menyakinkan bagian pembelian untuk membeli dari kami. Saya harus mencari cara untuk menjelaskan secara gamblang bahwa hanya bibit kami yang pantas di pajang di restorantnya. Di bisnis mereka, saya tahu pasti amat jarang ada pekerja yang tahu tentang tanaman buah, sehingga bibit buah kami yang sudah mengalami training lama di pembibitan akan sedikit memerlukan perawatan tanaman. Mereka tidak perlu membentuk tanaman, karena sudah dibentuk kami sesuai rumus dasar tree design. Bayangkan, bibit buah kami seperti di penjara lama dalam pot/polybag, itu bisa dilihat ketika membuka plastik polybag maka yang tampak adalah banyaknya akar-akar (seperti ingin keluar). Sehingga ketika ditanam, tanamanpun langsung menjulang tinggi dan besar. Tak heran, bibit duren Monthong kami cuma perlu waktu 3 tahun di lapangan/kebun untuk bisa berbuah.
Sebagai perbandingan di dunia rangkai merangkai bunga, ada istilah "yang cantik untuk yang cantik". Artinya orang yang membeli rangkaian bunga yang cantik (pasti mahal) bisa diduga orangnya cantik atau diperuntukkan bagi yang cantik. Harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Nah itu bunga saja? Bahkan maaf, orang yang senang membeli pakaian loakan dan pinginnya beli murah, bisa diduga bagaimana dia mengharagai dirinya sendiri.
Sedangkan tanaman buah melambangkan 'kesuksesan seseorang'. Istilahnya menjadi seseorang yang sudah mem-buah-kan hasil. Karena orang gagal diibratkan bagai bunga tak jadi.
Ketika membeli bibit buah, harus bisa dipastikan bisa berbuah dan berasal dari kultivar yang unggul. Bayangkan tanaman buah seperti Putsa saja di negeri asalnya Tiongkok punya lebih dari 400 kultivar. Di sinilah kami memberi jaminan bahwa bibit yang kami jual punya galur murni unggulan. Apa itu perlu? Jelas perlu banget, putsa yang pertama masuk di negeri kita pada jaman penjajah Belanda dulu (di kenal dengan sebutan Widara) tidak terlalu dikenal dan dibiarka tumbuh sebagai semak, karena memang berasal dari kultivar yang rendah, kalau kemudian kita bisa mendapat harga murah untuk bibit putsa, Anda tahukan dari mana bibit ini berasal?







3 ulasan:

Bang NgangaN mengatakan...

terimakasih atas info dan pengetahuannya

Kampung Perawan mengatakan...

Seger banget rasanya mampir disini banyak buah2an..

Bibit Buah mengatakan...

Trima kasih juga Bang NgangaN......
Untuk Kampung Perawan: memang itulah salah satu fungsi tanaman buah, menyegarkan dan menghilangkan stress....lain waktu saya akan membahasanya secara khusus...mudah2an..thx

Poskan Komentar

Silahkan Anda berkomentar. Namun tetap menjaga kesopanan. Terima-kasih.

 
Free Web Hosting | Top Web Host