CEK & KLIK

Selasa, 09 November 2010

Bibit Tabulampot: Ir. Jamal dari MALWIN JAYA

Kalau inget Tanaman Buah dalam Pot (Tabulampot) rasanya dulu nama 'Malwin Jaya' adalah pionir sekaligus pemimpin di klasnya. Iklan-iklannya dengan pot kayu yang menawan membuat setiap orang ingin memilikinya, jangan tanya soal harga (pot kayunya saja sudah termasuk pot mewah), karena Malwin Jaya adalah jaminan mutu. Tetapi entahlah, keberadaannya sekarang seperti raib di telan bumi - padahal sempat terlihat ketika bisnis iklan Lohan marak, situs dan toko onlinenya seperti kurang aktif, begitu juga keberadaannya di Jl. Lodan cenderung sepi, minim aktivitas. Berkali-kali saya mencoba melacak tetapi gagal, mungkin juga karena saya kurang fokus atau terlalu sibuk sendiri.

Beruntung ketika pameran Flora dan Fauna di Lapangan Banteng tahun ini, saya bertemu pak Jamal, salah satu arsitek berdirinya Malwin Jaya. Mal dari Malwin Jaya adalah catutan dari ringkasan nama depannya. Cukup lama dia menyakinkan saya bahwa dialah sang arsitek itu. Beberapa pertanyaan yang menjebak berhasil dijawabnya dengan rinci dan tepat. Meski dia agak tertutup ketika kutanyakan kisah Malwin Jaya kini, ternyata dia sudah lama tak aktif di Malwin Jaya. Maka saya nyakin 100% memang dia: pak Jamal itu.

Setelah itu akupun banyak belajar darinya tentang 'tabulapot'. Sungguh sebuah pelajaran berharga dari seorang jawara tulen. Ternyata sungguh lain banget membuat tanaman untuk tabulapot dan yang hanya akan ditanam di kebun. Perlu keahlian khusus yang tidak setiap orang bisa memilikinya. Luar biasa, dia bisa ingat menyebutkan berpuluh-puluh tanaman yang tidak bisa dan yang bisa ditabulapotkan. Dia juga banyak menceritakan perburuan 'serunya' atas tabulapot klas tinggi. Saya sampai terhanyut, ikut sedih, nangis, kecewa bahkan tertawa........dia memang pakarnya untuk yang satu itu. Dia berikan 'gratis' metode tawar-menawarnya yang sangat lihai, ibaratnya putar sana, putar sini, hebaaat!

Namun sepintarnya beliau, ada saja yang membuatku tidak sependapat dengannya. Soal bisnis, soal keyakinannya. Dia tidak yakin bahwa tanaman 'Durian Montong' yang ditabulapotkan bisa berbuah, menurutku sebuah keyakinan yang keliru. Karena saya pernah melihatnya. Meskipun aku saat itu pura-pura menyetujuinya. Entahlah, mungkin dia berasal dari jaman lalu yang kurang mengenal perlakuan trainingan, zat perangsang tumbuh yang sedang trend akhir-akhir ini. Apalagi durian Montong baru dikenal dan diterima secara luas baru-baru ini saja, dulu kurang disukai karena buah tidak matang ketika jatuh dari pohon. Hanya saja alasannya juga masuk akal; durian adalah katagori pohon yang besar dan berumur panjang. Bagiku perbedaan adalah hal yang wajar saja dan indah kok. Saya tidak begitu mempermasalahkan sekali, saya sudah berterima kasih sekali punya kesempatan bertemu dengan beliau. Sebuah kesempatan yang diberikan Tuhan khusus padaku. Alhamdulillah! Dan sekarang saya jadi ahli tabulampot juga berkat alih ilmu dari keiklasan beliau.






About Sulis Mono

Pellentesque penatibus, sed rutrum viverra quisque pede, mauris commodo sodales enim porttitor. Magna convallis mi mollis, neque nostra mi vel volutpat lacinia, vitae blandit est, bibendum vel ut. Congue ultricies, libero velit amet magna erat. Orci in, eleifend venenatis lacus.

You Might Also Like

3 komentar:

  1. Sebuah kehormatan mendapatkan penilaian dari pemilik langsung broeda.blogspot.com...trima kasih....

    BalasHapus

Silahkan Anda berkomentar. Namun tetap menjaga kesopanan. Terima-kasih.