CEK & KLIK Showroom kami di Ungaran - Semarang

Selasa, 21 Desember 2010

Bibit Buah sebagai Pereda Stres No. 1

John Gray, pengarang buku terlaris 'Man from Mars, Woman from Venus' dalam buku lainnya memberi cara-cara meredakankan stres yang praktis. Salah satunya dengan menjulurkan tangan Anda ke arah tanaman buah, dan berniatlah dalam pikiran untuk mengeluarkan pikiran-pikiran negatif yang membuat Anda stres untuk keluar dan diserap tanaman buah di depan Anda. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, stres Anda tiba-tiba menguap meninggalkan Anda. Perasaan Andapun dijamin plong! Tak percaya, coba aja sekarang.

Sebenarnya apa yang diungkapkan John Gray ini bukan hal yang baru, di Jepang sudah ratusan tahun yang lalu hal itu digunakan sebagai alat bantu meditasi. Karena rumah di Jepang makin sempit, dibuatlah semacam tanaman buah kecil yang diberi nama unik 'bonsai'.  Maka tak heran, orang Jepang terkenal tahan terhadap tekanan stres yang berat. Sayang, karena semakin sulitnya tanaman bonsai bisa berbuah, maka lama kelamaan tak ada lagi keharusan untuk memakai tanaman buah sebagai alat bantu meditasi.

Sebenarnya tulisan saya ini untuk membayar janji saya atas sebuah komentar dari pembaca blog ini:
Untuk Kampung Perawan: memang itulah salah satu fungsi tanaman buah, menyegarkan dan menghilangkan stress....lain waktu saya akan membahasanya secara khusus...mudah2an..thx

Sudah sejak zaman Adam, kita hidup dilingkupi oleh dua makhluk hidup lain yaitu tumbuh-tumbuhan dan hewan. Ribuan tahun kita tidak pernah jauh dari keduanya, begitu dekat di lingkungan di mana manusia hidup selalu ada keduanya. Tiba-tiba karena kemodernan kita, kitapun brani terpisah dari keduanya. Toh ternyata tak ada pengaruhnya, benarkah? Rasa sepi menjadi teman sehari-hari manusia, kita kemudian menciptakan berbagai macam hiburan untuk mengusir rasa sepi itu. Kita beranggapan karena kesibukan kitalah, menjadikan kita jarang bisa bergaul dengan manusia lain, dan kitapun menjadi kesepian. Padahal bukan cuma itu; keterpisahan kita dengan dua makhluk hidup lain membuat kerinduan ini menyembur deras sebagai rasa sepi. Sedangkan tekanan kerja dan masalah kehidupan, mampu mengubah rasa sepi itu jadi stes.

Marilah kita kembali menata hidup kita, kembali ke alam. Tanamlah tanaman buah di lingkungan kita sehingga itu mengundang burung-burung untuk mendekat. Kemudian rasakan 'rasa lengkap' itu yang selama ini hilang. Tanaman buah adalah maha guru 'meditasi' kita. Dalam diam tanaman buah mampu menghasilkan buah yang melezatkan dan menyerap polusi kita. Secara fisik saja, tanaman mampu menghisap CO2 yang kita buang lewat nafas kita secara mudah, mengapa untuk menyerap pikiran negatif kita tidak bisa? Sedangkan burung-burung mampu menghibur kita dengan nyanyian dan kelucuannya.

Dulu sebuah perusahaan Jerman menawarkan teknologi yang mampu membuat tanaman cepat tumbuh dan berbuah. Harga untuk sebuah mesinnya sampai ratusan juta rupiah. Ternyata setelah diteliti lebih lanjut, tehnologinya hanyalah meniru suara burung. Karena suara burung mampu membuka stomata. Nah, betapa kita hidup saling berhubungan?

Tanaman buah juga mampu merasakan kehadiran kita. Seorang peneliti dari Jepang telah membuktikannya, dengan memasang alat pendeteksi pada tanaman buah, yang dihubungkan dengan pengeras suara. Seorang anak disuruh merawat bila rusak, menyirami dan menyayangi tanaman buah yang di letakkan di laboratorium, sedangkan anak lain disuruh merusak, memotong-motong dan membenci tanaman tersebut. Setiap kedua anak tersebut masuk lab., maka reaksi tanaman buah berbeda jauh. Bunyi yang lembut terdengar setiap anak yang pertama masuk, namun begitu anak kedua masuk, bunyi suara berisik terdengar jelas! Believe or not.

Tulisan ini juga menanggapi bahwa betapa sudah terlanjur banyak beredar kepercayaan di masyarakat (di Jawa khususnya) bahwa tanaman-tanaman tertentu tidak pantas ( ora ilok) ditanam di depan/dekat rumah kita karena mengeluarkan aura jahat yang perlu diwaspadai. Seperti Bogenvile (si bunga kertas) yang bikin rumah tangga sering bertengkar, tanaman lombok yang bikin panas hati kita, tanaman pepaya yang bikin suram, betulkah? Jawabnya tergantung keyakinan Anda. Tak ada yang bisa memaksa untuk mempercayai sesuatu, kecuali pikiran kita mengijinkannya. Tentu ada maksud tertentu di balik larangan itu, biasanya itu karena membahayakan anak kecil kita atau rumah kita atau yang lain. Cobalah untuk berpikir di luar kotak (out of the box), tanpa menghakimi, apalagi menghujat. Berpikir yang baik-baik aja.

Saya juga tidak bisa memaksa Anda untuk segera menanam bibit buah di rumah Anda, sebagai obat pereda stres Anda. Sebagai percobaan, cobalah arahkan tangan Anda ke arah tanaman buah tetangga Anda. Buang pikiran stres Anda. Nah, sekarang apa yang Anda rasakan setelah beberapa menit berlalu? Enakkan, segarkan? Barulah sekarang saya berani meminta Anda untuk segera pesan bibit buah ke saya, masak Anda terus-terusan membuang sampah ke rumah tetangga???? Wkkkwkkkkk.........




About Sulis Mono

Pellentesque penatibus, sed rutrum viverra quisque pede, mauris commodo sodales enim porttitor. Magna convallis mi mollis, neque nostra mi vel volutpat lacinia, vitae blandit est, bibendum vel ut. Congue ultricies, libero velit amet magna erat. Orci in, eleifend venenatis lacus.

You Might Also Like

0 ulasan:

Posting Komentar

Silahkan Anda berkomentar. Namun tetap menjaga kesopanan. Terima-kasih.