Agro Mono Horti. & Konsultan

Minggu, 28 November 2010

Souvenir Bibit Buah yang Cantik

Saya selalu mencari cara baru untuk memperbanyak bibit buah saya yang jumlahnyapun makin banyak dan bervariasi. Apalagi varitas maupun kultivar yang baru banyak bermunculan. Pernah dengar, mencangkok tanaman buah tanpa media, dan waktu yang dibutuhkan juga relatif sangat singkat? Luar biasa, karena hal itu dulu tidak pernah terpikirkan.Yang membuat saya makin bergairah lagi adalah banyaknya cara baru untuk membuat tanaman jadi cepat besar, berbuah dan indah. Saking indahnya terkadang saya eman (enggan) menjualnya. ..

Mungkin saya lebih cocok jadi kolektor dari pada penjual bibit buah. Sumpah, saya begitu sayang sama bibit-bibit buah itu! Ketika bibit itu sudah mencapai ukuran satu meter, maka saya mulai membentuknya dengan rumus dasar tree design: 1-2-4-8 dst. Para penakar bibit biasanya malas untuk memotongnya, karena tanpa dipotongpun bibit mereka diserbu pembeli (meski dengan harga murah). Atau mereka memotong di bawah ukuran itu, akibatnya bisa dilihat ketika bibit buah ini ditanamn di kebun. Mangga yang salah pembentukan sejak awal, akan meliuk-liuk (mleyat-mleyot), cabang rantingnya bukan menuju ke atas tapi ke bawah. Lucukan???

Pernah seorang pembeli sampai memohon-mohon untuk sebuah tanaman buah dalam pot (tabulampot) yang sangat indah koleksi saya. Saya selalu punya alasan kuat untuk menolaknya, dan mereka tak bisa memaksa. Saya selalu katakan:" Maaf, ini untuk pohon indukan!'. Namun waktu itu bukan hari keberuntungan saya, karena ada istri saya disamping saya. Tanpa melihat kedipan mata saya, dia langsung bilang, "Lho kita kan sudah punya indukannya di lebun, mas?" Saya diam, lemas. Sekali lagi si pembeli memohon pada saya dengan mengeluarkan uang yang jumlahnya cukup besar dari dompetnya. Namun bukan itu yang membuat saya melepaskannya.

Kata penjelasan selanjutnya yang membuat saya dan istri saya trenyuh. Pada intinya dia ingin memberikan tabulampot itu untuk 'souvenir' bagi mertuanya yang telah memaafkan kesalahannya. Saya agak mengernyitkan kening saya , bingung, soalnya kata souvenir membuat saya ingat akan hadiah-hadiah kecil di resepsi perkawainan. Dia membaca kebingungan saya dan dia berkata "Beliau mau pindah ke Kanada" Ohhh....

Cerita penghormatan dia pada mertuanya begitu menyentuh. Istri saya sampai menangis dan menyerahkan souvenir itu dengan kata-kata "Berikalah mertua Anda dengan souvenir  bibit buah yang cantik ini!"

Hanya saja saya justru dapat berkah dari peristiwa itu. Sekarang saya punya cara baru untuk menjual bibit buah saya. Saya menjualnya sebagai souvenir yang cantik.


PRICE LIST SOUVENIR BIBIT BUAH



NoJENIS TANAMANCARA PERBANYAKANFRANCO SEMARANGKET.
HARGA/RpTINGGI/Cm

LENGKENG









1Lengkeng PinpongOkulasi15,00010 – 30 berbiji Kecil
3Lengkeng Diamond RiverOkulasi10,00020 – 30
4Lengkeng ItohOkulasi15,00020 – 30dg perlakuan
5Lengkeng Aroma DurianOkulasi20,00010 – 100

Jambu CitraOkulasi

perlakuan
7Jambu Getas MerahOkulasi90,00030 – 50
8Jambu Getas MerahOkulasi85,00070 – 100

Jambu Sukun MerahOkulasi


10Jambu coklat/ungu AustraliaOkulasi150,00050 – 70
11Jambu JamaikaOkulasi150,00050 – 70
12Jeruk ShantangOkulasi100,00040 – 60
13




14Lengkeng ButoOkulasi155,00040 – 50sebesar bola golf
15Lengkeng Puang RayOkulasi80,00050 - 95batang tidak getas
16Lengkeng GP-1(JENDERAL)Okulasi160,00040 – 50DR biji keciiil
17Lengkeng Aroma DurianOkulasi50,00040 – 50






18Jambu Citra55,00040 – 60lonceng, merah manis
19Jambu Black Diamond60,00030 – 50
20Jambu Ping Rose Apple65,00030 – 50
21Jambu Sukun BangkokOkulasi70,00040 – 60
22Jambu Sukun Taiwan/KristalSb Pucuk60,00050 – 75
23Jambu Varigata Daging Merah90,00040 – 60
24Jambu Getas MerahOkulasi45,00060 – 110
25Jambu Varigata PutihOkulasi35,00040 – 60
26Jambu Merah DelimaOkulasi60,00040 – 60
27Jambu Ungu/Cokelat (Aust)Okulasi55,00040 – 60Jambu Wulung
28Jambu Bangkok PearOkulasi75,00040 – 75
29Jambu JamaikaOkulasi55,00040 – 75
30Jambu Mete SrilangkaOkulasi65,00040 – 75

JERUK



31Jeruk Keprok madu (Malaysia)80,00030 – 50
30Jeruk Kristal / LalapOkulasi55,00040 – 75
33Jeruk Honey MurcotOkulasi50,00030 – 60
34Jeruk ShantangOkulasi80,00030 – 60
35Jeruk KolamondeOkulasi25,00030 -60

CHERY



36Firmilion CherryOkulasi125,00040 – 60
37Lolita CheryOkulasi115,00040 – 60
38Beach CherrySb Pucuk185,00060 – 70
39Barbades CherryCangkok115,00040 - 60

BLIMBING



40Blimbing DewaOkulasi80,00030 – 50
41Blimbing JumboOkulasi95,00030 – 50
42Sukun CilacapOkulasi25,00040 – 60

SAWO



43Sawo Lumut /Hijau/KenituSeedling70,00060 – 75
44Sawo Manila LokalOkulasi30,00040 – 60
45Sawo Cikumega / CM-19 (Buah 0,5kg)Sb Pucuk150,00030 – 60
46Sawo Jumbo Vietnam (Buah 0,5kg)150,00030 – 60
47Sawo Fan Mexico125,00030 – 60
48Sawo Jumbo ThailandOkulasi120,00030 – 60
49Sawo VarigataOkulasi60,00030 – 60
50Abiu (Sawo Aust)Seedling115,00040 – 70

SIRKAYA



51Sirkaya Atemoya (Aust)Okulasi80,00050 – 75
52Sirkaya Jumbo New Varietas(Aust)Okulasi120,00050 – 120ada yg berbuah
53Sirkaya Merah (Aust)Okulasi90,00040 – 60
54Sirkaya Non Bjii/ Seedless (Philip)Okulasi170,00030 – 60

KELAPA



55Kelapa KopyorSeedling90,00060 – 100
56Kelapa Pandan WangiGenerative250,00060 – 100daun terbuka/tertutup
57Kelapa Gajah Mentok45,00060 – 100
58Kelapa Gading40,00060 – 100

MANGGA



59Mangga Khioe SawolVegetative/Cross90,00040 – 70
60Mangga Nam Doc Mai (seri 4)80,00040 – 70
61Mangga CokananOkulasi70,00040 – 70berbuah terus
62Mangga Nanglawang70,00040 – 70
63Mangga OkyongOkulasi50,00040 – 75
64Mangga Golden (florida)Okulasi110,00040 – 75
65Srikaya Pineapple / GundulOkulasi160,00050- 60
66Mangga Golek IndiaOkulasi110,00040 – 75
67Mangga Gedung GincuOkulasi40,00040 – 60merah menyala
68Mangga Madu AnggurOkulasi50,00040 – 60
69Mangga Arumanis / Mangga ManalagiOkulasi35,00040 – 60besar
70Mangga LansatilaOkulasi70,00040-60
71Mangga ZabecanOkulasi140,00040-60
72Pomelo Madu (Jeruk Bali bsr 4kg)Cangkok95,00060 – 80ada Jeruk Bali Madu

RAMBUTAN



73Rambutan RapiahOkulasi30,00050 – 80
74Rambutan BinjaiOkulasi30,00050 – 80
75Rambutan Hitam-Thailand50,00050 – 80blum bisa 100% adaptasi

NANGKA



76Nangka Mini25,00030 – 60
77Nangka Madu (Malaysia)95,00030 – 60
78Nangka Sribanjong (Thailand)Okulasi85,00030 – 40
79CempedakOkulasi30,00030 – 50
80Nangkadak50,00030 – 50nangka cempedak
81Pedaka90,00030 – 50
82Cempeka100,00030 – 50

DURIAN



83Durian KanjoOkulasi50,00040 – 60
84Durian MontongOkulasi70,00040 – 60umur +/-3 th berbuah
85Durian Kani50,00040 – 60
86Durian MatahariOkulasi45,00040 – 60
87Durian Tembaga55,00040 – 60
88Durian Petruk (tarman)55,00040 – 60
89Durian Sunan45,00040 – 60
90Durian Gundul 170,00040 – 60tanpa duri

PUTSA



91Putsa ThailandOkulasi/Polly Bag60,00040 – 70
92Putsa Madu95,00040 – 70putsa Taiwan
93Putsa IndiaOkulasi55,00040 – 70apel India
94Delima Biji Lunak (Spain)Cangkok160,00040 – 75

BUAH NAGA



95Buah Naga RedStek25,00030 – 50
96Buah Naga Super RedStek35,00030 – 50super
97Buah Naga Yellow PitayaStek50,00030 – 50
98Buah Naga Purple (USA)Stek85,00030 – 50
99Buah Naga HitamStek110,00030 – 50

BUAH TIN



100Buah Ara/Tin 3 jariCangkok150,00030 – 60
101Buah Ara/Tin 5 jariCangkok200,00030 – 60

DUKU MANGGIS



102Dukong/Duku (Thai)Cangkok150,00040 – 60+ Palembang, Sumber
103ManggisSb pucuk45,00040 – 60
104Manggis Seedless160,00040 – 60tanpa biji

TANAMAN KOLEKSI (Langka)



105Miracle Fruit/Buah AjaibSeedling250,00030 – 40memaniskan
106Sweet Tamarine/asem manis(Thai)Cangkok60,00040 – 60
107Plumb (Aust)Cangkok400,00040 – 70
108KawistaSeedling40,00030 – 50
109Sawo Kecik20,00040 – 60
110Long Blue MurbeyCangkok100,00040 – 60murbei besar amerika
111MatoaOkulasi30,00040 – 60
112Sawo DurenOkulasi60,00050 – 60apel jawa
113White sapoteCangkok150,00040 – 60
114Black Sapote150,00040 – 60
115Mame SapoteOkulasi750,00040 – 60
116KepelSeedling40,00040 – 60
117Mulwo100,00040 – 60kayak srikaya besar merah
118Alpukat Raudia (1 kg)Okulasi125,00040 – 60
119Alpukat Florida (2 kg)260,00040 – 60
120Bisball Fruit75,00040 – 60
121Leci KomCangkok150,00040 – 60dataran rendah
122Kecapi BangkokVegetative140,00040 - 60buah kecapi besar
123Anggur pohonokulasi150,00040-60


















Rabu, 24 November 2010

Mengapa Bibit Buah Kami (dianggap) Mahal?

Dua hari yang lalu saya mengirim pesanan bermacam-macam bibit jeruk ke sebuah hotel & restorant di Gombel, Semarang. Perlu waktu 3 hari bagi saya untuk menyakinkan bagian pembelian untuk membeli dari kami. Saya harus mencari cara untuk menjelaskan secara gamblang bahwa hanya bibit kami yang pantas di pajang di restorantnya. Di bisnis mereka, saya tahu pasti amat jarang ada pekerja yang tahu tentang tanaman buah, sehingga bibit buah kami yang sudah mengalami training lama di pembibitan akan sedikit memerlukan perawatan tanaman. Mereka tidak perlu membentuk tanaman, karena sudah dibentuk kami sesuai rumus dasar tree design. Bayangkan, bibit buah kami seperti di penjara lama dalam pot/polybag, itu bisa dilihat ketika membuka plastik polybag maka yang tampak adalah banyaknya akar-akar (seperti ingin keluar). Sehingga ketika ditanam, tanamanpun langsung menjulang tinggi dan besar. Tak heran, bibit duren Monthong kami cuma perlu waktu 3 tahun di lapangan/kebun untuk bisa berbuah.
Sebagai perbandingan di dunia rangkai merangkai bunga, ada istilah "yang cantik untuk yang cantik". Artinya orang yang membeli rangkaian bunga yang cantik (pasti mahal) bisa diduga orangnya cantik atau diperuntukkan bagi yang cantik. Harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Nah itu bunga saja? Bahkan maaf, orang yang senang membeli pakaian loakan dan pinginnya beli murah, bisa diduga bagaimana dia mengharagai dirinya sendiri.
Sedangkan tanaman buah melambangkan 'kesuksesan seseorang'. Istilahnya menjadi seseorang yang sudah mem-buah-kan hasil. Karena orang gagal diibratkan bagai bunga tak jadi.
Ketika membeli bibit buah, harus bisa dipastikan bisa berbuah dan berasal dari kultivar yang unggul. Bayangkan tanaman buah seperti Putsa saja di negeri asalnya Tiongkok punya lebih dari 400 kultivar. Di sinilah kami memberi jaminan bahwa bibit yang kami jual punya galur murni unggulan. Apa itu perlu? Jelas perlu banget, putsa yang pertama masuk di negeri kita pada jaman penjajah Belanda dulu (di kenal dengan sebutan Widara) tidak terlalu dikenal dan dibiarka tumbuh sebagai semak, karena memang berasal dari kultivar yang rendah, kalau kemudian kita bisa mendapat harga murah untuk bibit putsa, Anda tahukan dari mana bibit ini berasal?







Rabu, 10 November 2010

Bibit Buah Anggur: Munculnya "Musim Gugur" di Indonesia

Cerita ini dimulai ketika seorang teman pengusaha menelpon malam-malam mau pesen bibit buah,
"Mas, aku minta segera dikirim 1070 bibit Apel dan 988 bibit Anggur Merah, Anggurnya merah yang Red Price, ya. Kalau bisa Minggu depan sudah sampai di tempatku!" Aku nggak bisa membayangkan keuntungan yang aku dapat nantinya dari transaksi ini. Apalagi dia termasuk pelanggan lama, pingin rasanya aku meloncat kegirangan......tapi malu, hp belum kututup. Namun aku jadi teringat sesuatu, karena dia termasuk dalam katagori pelanggan yang awam tentang dasar-dasar ilmu pertanian. Dia adalah pengusaha yang menubruk setiap peluang, meskipun dia tidak tahu apa-apa tentang peluang tersebut. Dia seringkali bilang bahwa dia bisa bayar orang pintar yang tahu dengan peluang itu.
"Maaf, ngomong-ngomong bapak mau tanam di mana?"
"Di Bogor, Mas!" Jawabnya polos. Namun ditelingaku bagai teriakan auman singa. Benar saja kekuatiranku, dan buyar sudah lamunanku akan besarnya keuntungan yang akan kudapat. Aku diam sebentar, nggak tahu mau bicara apa lagi? Aku kaget, ketika dia teriak-teriak memanggilku. Rasanya malas, tapi aku harus jelaskan sejelas-jelasnya.
"Maaf, pak. Tetapi itu tidak mungkin!"
"Maksudnya?"
"Secara itungan bisnis, keduanya tidak mungkin ditanam di Bogor, apalagi Apel sampai kapanpun tidak bisa, pak"
"Lho, di luar negeri, keduanya ada di dataran tinggi seperti Bogor!"Jawabnya mulai agak ketus.
"Begini, Bos. Memang betul, Apel bisa tumbuh di atas ketinggian 1000 dpl, tapi hanya bisa berbuah di daerah yang curah hujannya kurang dari 3000 mm/tahun. Sedangkan Bogor curah hujannya saja mencapai 4000 mm/tahun. Untuk Anggur, ibaratnya pingin di bawahnya basah di atasnya kering. Atau mau banyak air tapi ogah banyak hujan. Ada sih orang asing yang pernah berhasil mengusahakan Anggur di Bogor dan sempat terkenal, tetapi biaya produksinya mahal, makanya sekarang namanya menghilang, tak terdengar lagi. Kecuali kalau cuma untuk koleksi pribadi sih masih mungkin, dengan perlakuan di rumah kaca, misalnya" Saya diam sebentar menunggu reaksinya. Aku menduga, dia tampaknya shok dengan keteranganku tadi.
"Bagaimana, pak?" Masih diam. Yang terdengar kemudian suara tanda Hp ditutup, tanpa salam.
Ah, seandainya dia tahu, saya lebih kecewa daripada dia.

Sejak dulu keduanya memang termasuk tanaman buah-buah impian yang diincar bayak pengusaha besar. Ketika dulu masih bekerja di perkebunan, saya sempat disuruh keliling daerah Probolingo, Kediri, Malang dan daerah Seririt (Bali) selama beberapa bulan untuk kepentingan sebuah proyek dan melihat langsung perkembangan pertanian Anggur dan Apel milik rakyat. Meski kemudian rokemendasi saya bahwa proyek itu mesti dibatalkan, karena beberapa alasan, namun saya sempat menyaksikan fenomena yang luar biasa di Seririt (dan Banyupoh) di Singaraja, Bali. Waktu itu di Banyupoh hampir setiap rumah menanam tanaman Anggur (sayangnya, tahun 2001 saya berkunjung ke sana suasana itu sudah hilang) dan saya melihat pemandangan yang tak ada di tempat lain di negara kita; daun banyak berguguran begitu saja di pekarangan rumah. Wow, saya merasa seperti di negara-negara yang punya 4 musim. Betul-betul seperti mimpi! Saya terus berjalan keliling kampung, seperti tanpa lelah. Baru setelah saya bertemu salah seorang penduduk, teka-teki itu terjawab sudah.
"Tanaman Anggur memang perlu dirompes, bli. Supaya bisa berbuah" Katanya sambil tersenyum "Tanpa rompesan daun, kecil kemungkinan Anggur bisa berbuah lebat."
Kemudian saya diajak melihat sebuah rumah yang tanaman Anggurnya sedang dirompes/digugurkan oleh 6 orang tukang yang kerjanya khusus merompes dan memangkas. Saya juga diperkenalkan pada penyuluh pertanian yang kebetulan ada di situ. Saya tanyakan juga hal ini pada sang penyuluh.
"Di tanah asalnya, sebelum berbuah, Anggur mengalami musim gugur dulu dan sekarang kita sedang meniru kondisi alam yang seperti itu!" Fantastis, kita memang manusia yang punya banyak cara dan akal untuk mengatasi masalah alam/musim, sepanjang itu bukan persyaratan mutlak tumbuh dan bisa berbuahnya tanaman seperti pada kasus teman saya tadi.
Perjalanan aku teruskan ke Seririt, sekali lagi pemandangan musim gugur aku saksikan dengan penuh takjub, memuji kebesaran-Nya. Apalagi di Seririt luasannya sampai berhektar-hektar karena terletak di bekas lahan persawahan yang diubah jadi perkebunan Anggur rakyat. Di sinilah aku tertunduk malu, betapa Tuhan terus menerus menambah ilmuku, tapi aku masih merasa kurang dari segi harta. Akupun menyempatkan diri Sholat di Masjid yang terletak di kampung Muslim di Seririt. Maafkan hamba-Mu ini, Tuhan!
Sedangkan di Malang, aku juga menyaksikan pemandangan serupa dengan perompesan tanaman Apel supaya berbuah, dan daun-daun yang berguguran, meskipun tidak sedahsyat di Bali.
















Selasa, 09 November 2010

Bibit Tabulampot: Ir. Jamal dari MALWIN JAYA

Kalau inget Tanaman Buah dalam Pot (Tabulampot) rasanya dulu nama 'Malwin Jaya' adalah pionir sekaligus pemimpin di klasnya. Iklan-iklannya dengan pot kayu yang menawan membuat setiap orang ingin memilikinya, jangan tanya soal harga (pot kayunya saja sudah termasuk pot mewah), karena Malwin Jaya adalah jaminan mutu. Tetapi entahlah, keberadaannya sekarang seperti raib di telan bumi - padahal sempat terlihat ketika bisnis iklan Lohan marak, situs dan toko onlinenya seperti kurang aktif, begitu juga keberadaannya di Jl. Lodan cenderung sepi, minim aktivitas. Berkali-kali saya mencoba melacak tetapi gagal, mungkin juga karena saya kurang fokus atau terlalu sibuk sendiri.

Beruntung ketika pameran Flora dan Fauna di Lapangan Banteng tahun ini, saya bertemu pak Jamal, salah satu arsitek berdirinya Malwin Jaya. Mal dari Malwin Jaya adalah catutan dari ringkasan nama depannya. Cukup lama dia menyakinkan saya bahwa dialah sang arsitek itu. Beberapa pertanyaan yang menjebak berhasil dijawabnya dengan rinci dan tepat. Meski dia agak tertutup ketika kutanyakan kisah Malwin Jaya kini, ternyata dia sudah lama tak aktif di Malwin Jaya. Maka saya nyakin 100% memang dia: pak Jamal itu.

Setelah itu akupun banyak belajar darinya tentang 'tabulapot'. Sungguh sebuah pelajaran berharga dari seorang jawara tulen. Ternyata sungguh lain banget membuat tanaman untuk tabulapot dan yang hanya akan ditanam di kebun. Perlu keahlian khusus yang tidak setiap orang bisa memilikinya. Luar biasa, dia bisa ingat menyebutkan berpuluh-puluh tanaman yang tidak bisa dan yang bisa ditabulapotkan. Dia juga banyak menceritakan perburuan 'serunya' atas tabulapot klas tinggi. Saya sampai terhanyut, ikut sedih, nangis, kecewa bahkan tertawa........dia memang pakarnya untuk yang satu itu. Dia berikan 'gratis' metode tawar-menawarnya yang sangat lihai, ibaratnya putar sana, putar sini, hebaaat!

Namun sepintarnya beliau, ada saja yang membuatku tidak sependapat dengannya. Soal bisnis, soal keyakinannya. Dia tidak yakin bahwa tanaman 'Durian Montong' yang ditabulapotkan bisa berbuah, menurutku sebuah keyakinan yang keliru. Karena saya pernah melihatnya. Meskipun aku saat itu pura-pura menyetujuinya. Entahlah, mungkin dia berasal dari jaman lalu yang kurang mengenal perlakuan trainingan, zat perangsang tumbuh yang sedang trend akhir-akhir ini. Apalagi durian Montong baru dikenal dan diterima secara luas baru-baru ini saja, dulu kurang disukai karena buah tidak matang ketika jatuh dari pohon. Hanya saja alasannya juga masuk akal; durian adalah katagori pohon yang besar dan berumur panjang. Bagiku perbedaan adalah hal yang wajar saja dan indah kok. Saya tidak begitu mempermasalahkan sekali, saya sudah berterima kasih sekali punya kesempatan bertemu dengan beliau. Sebuah kesempatan yang diberikan Tuhan khusus padaku. Alhamdulillah! Dan sekarang saya jadi ahli tabulampot juga berkat alih ilmu dari keiklasan beliau.






Sabtu, 06 November 2010

Bibit Buah Salak: SEX in the Garden

Tanaman Salak memang unik, selain pelepah daunnya yang penuh duri, apabila kurang rajin dalam merawatnya maka tanaman Salak akan dipenuhi dengan anakan yang mengelilingi induknya. Dan ini yang menjadi penyebab kegagalan para pekebun Salak baru. Kebun Salak yang berhektar-hektar dimusnahkan/dibongkar bagitu saja, karena dianggap tidak menghasilkan!
Lucunya para penakar bibit Salak Pondoh yang nakal pun memanfaatkan hal ini, mereka menjual bibit Salak ke pembeli tanpa disertai tanaman jantan, mereka berharap akan dipanggil lagi oleh pembeli ini sebagai konsultan dan memanen anakannya, baru kemudian mereka akan menjual tanaman jantannya.Karena Salak Pondoh memang berrumah dua, artinya bunga jantan dan betinanya tidak dalam satu pohon. Sehingga memerlukan bantuan manusia untuk penyerbukannya supaya dihasilkan buah Salak. Bahkan di Pasar Sleman sampai ada penjual khusus bungan jantan Salak Pondoh. Penyerbukannya dengan cara menempelkan bunga jantan yang sudah dipotong dari pohonnya dan ditempelkan di samping/di atas bunga betina. Mungkin yang hampir mirip Salak pondoh adalah tanaman Kurma.

Namun lain dengan Salak Bali sebagai pembanding yang berumah satu, tanpa dibantupun mereka bisa berbuah dengan lebatnya. Keunggulan lainnya, varitas Salak Bali ada yang pelepah daunya tanpa duri, sayangnya jumlah buahnya sedikit. Sehingga belum bisa dikembangkan.

Semoga dengan kesadaran ini, saya tak lagi menyaksikan kebun salak yang dibongkar pemiliknya, karena ketidakpahaman akan hal ini. Ternyata banyak hal yang perlu dilakukan di kebun selain merawat tanaman, juga penyerbukkan secara paksa ini antara bunga jantan dan betina. Sedangkan sekarang, dengan terjadinya semburan Gunung Merapi, tentunya banyak kebun Salak di Sleman yang rusak berat, apalagi Kaliurang yang terkenal dengan tabulampot Salak yang sudah berbuah tentunya lebih memprihatinkan lagi......saya turut berdoa di sini!






Bibit Buah Lengkeng: Si Itoh yang Rindu Dirangsang!



Dulu jaman aku kecil, tiap kali lewat kota Salatiga sampai Ambarawa selalu disuguhi pemandangan deretan pohon Lengkeng (Democarpus longan) yang berjejer sepanjang jalan. Namun sekarang sudah banyak yang ditebang oleh pemiliknya, apalagi buah Lengkeng lokal Ambarawa sudah pudar pamornya oleh masuknya buah Lengkeng Bangkok dari Thailand.
Adalah orang dari Demak yang sadar akan situasi ini. Diapun pergi langsung ke Thailand untuk mencari tahu ikhwal unggulnya buah Lengkeng Bangkok ini. Dia menemukan Lengkeng 'Pimpong" (buahnya sebesar bola Pimpong) yang aslinya justru dari Vietnam tetapi berkembang luas di Thailand, yang mengagetkan bahwa Lengkeng ini bisa hidup di dataran rendah. Dia menyelundupkan bibitnya, dengan dimasukkan ke bagasinya tanpa tanah. Nekad dan beresiko tinggi! Sesampainya di Demak, bibit ini bisa tumbuh dan sayangnya (sekali lagi) kurang mendapat respon dari penduduk sekitar. Kepopuleran Lengkeng ini baru bisa melejit oleh seorang penakar bibit di daerah Prambanan.
Sejak saat itu, banyak varitas Lengkeng dataran rendah yang masuk ke Indonesia. Baik dari Thailand, Vietnam, Malaysia, China, bahkan kemudian muncul Lengkeng lokal yang bernama 'Sugiri'. Dari sekian banyak Lengkeng tersebut, salah satunya adalah Itoh (Edaw). Lengkeng Itoh memang lain dari yang lain, karena asalnya yang dari daerah Sub tropis, perangsangan buah mutlak dibutuhkan. Namanya Potasium Klorat atau ada yang nama dagangnya "Nongfeng" memang harus diberikan untuk merangsang Itoh supaya bisa berbuah. Tanpa itu, si itoh mogok berbuah!
Nah karena Itoh harus dirangsang untuk berbuah, itu justru keunggulan tersendiri; artinya pembungaan Itoh bisa diatur dan ini cocok sekali untuk diusahakan dalam skala yang luas seperti perkebunan. Apalagi jumlah buah dalam dompolannya banyak. Bayangkan, dengan pengaturan atas luas lahan yang tepat, bisa dipastikan kita bisa panen setiap hari! Menyenangkan bukan..........pilihlah si Itoh yang rindu dirangsang!!!!














Jumat, 05 November 2010

Bibit Buah Mangga: Green is Sweet, Mister!

Seorang petani di desaku di Indramayu sana nanya padaku:
" Kenapa Mas, mangga Indramayu yang seenak dan sebesar ini kok nggak bisa diekspor ke Eropa?".
Akupun tersenyum makfum, rasanya sudah puluhan kali aku mendapat pertanyaan seperti ini. Terkadang aku malas menjawabnya, karena ujung-ujungnya bisa ditebak, dia pasti 'ngeyel'. Strateginya aku akan mencoba dengan membandingkan mangga Gedong Gincunya yang berhasil dia jual ke pengekspor.
"Tapi tetep masih enak mangga Indramayu, mas" (tuh kan ngeyel)
"Itu menurut selera bapak" jawabku "Trus warnanya, gimana?"
Dia bengong "Apa hubungannya, Mas?"
Itulah permainan persepsi, orang kita sudah terbiasa dengan beraneka ragam buah tropis, bagi kita, buah apa saja enak kalau manis! Bagaimanapun tampak bentuknya, apalagi warnanya, kita nggak peduli. Sedangkan  konsumen kita lain (orang Eropa. red), mereka terbiasa dengan buah-buahan 4 musim. Kalau mau melihat yang manis ya dari warnanya - Yellow or red is sweet. Warna mampu menunjukkan tingkat  kematangan, sekaligus kemanisan buah. Jelas, atau masih ngeyel?
Mangga Carabao (dari Philipina - lihat gambar) adalah salah satu contoh yang bagus. Buahnya luar dalam semuanya berwarna kuning cerah. Mampu menggoda lidah orang Eropa. Namun sejak diperkenalkan di Indonesia, mangga yang satu ini tidak banyak mendapat respon dari pekebun kita, bahkan cenderung dicuekin. Padahal dari buah yang satu ini, Philipina menjadi salah satu pemasok terbesar mangga di pasaran dunia.
Jadi ya monggo, berarti kita harus mau mengubah persepsi kita dan disesuaikan dengan yang dimaui konsumen? begitu. Itupun masih ada yang ngeyel dan coba-coba teriak lewat iklan-iklan mereka di Eropa bahwa 'Green is Sweet!'. Waduh, perlu beapa puluh tahun untuk mengubah persepsi mereka, Mas?.....












Rabu, 03 November 2010

Bibit Buah Putsa: Mudanya APEL, Tuanya KURMA


Jangan coba-coba menanam pohon ini, jika Anda malas merawat tanaman. Bila dibiarkan (tanpa pemangkasan) maka pohon ini akan berubah menjadi semak belukar yang menutupi sebagain besar halaman Anda dan sifatnya memang ekspansif.

Asal tanaman ini dari negri Tirai bambu, dengan berbagai nama/ sebutan yang lucu-lucu. Nama latinnya aja Ziziphus ziziphus. Di Thailand terkenal dengan nama 'Putsa'. Adalagi yang menyebutnya Chinese date, Indian plum, atau Indian jujube. Bahkan ada yang menyebutnya Apel India, Kurma India, atau Apel dataran rendah, sedangkan kita menyebutnya 'Widara'. Bingungkan??? Tapi kenapa paling banyak menyebut kata 'India', mungkin karena disanalah mulai dibudidayakan secara modern dan dalam skala besar. Dari namanya saja sudah kebaca kan: betapa plin-plannya (bingungnya) orang memandang tanaman buah ini. Itu memang sangat beralasan, betapa tidak? Kalau masih muda berwarna hijau kekuningan rasa buahnya kayak Apel, tetapi kalau sudah tua berwarna merah rasanya jadi berubah kayak Kurma.

Sebenarnya ini menjawab kebutuhan kita akan Apel dan Kurma yang tidak bisa berbuah di sembarang tempat. Dengan Putsa, kita mampu memetiknya langsung di pohonnya di dataran rendah lagi. Wooowooooww.......

Selama ini kita masih kurang menghargai Widara, karena memang dianggap dari kultivar yang rendah (kurang unggul). Sekarang dengan masuknya Putsa, kita bisa kok mengebunkan secara komersial, apalagi bila kita mau, tanaman ini bisa dimanipulasi dengan hormon menjadi lebih besar dan enak buahnya.





 
Free Web Hosting | Top Web Host