Agro Mono Horti. & Konsultan

Rabu, 29 Desember 2010

Tanaman Buah Dalam Pot

Seringkali para hobiis atau kolektor tanaman mengeluh, tabulampotnya tidak sesuai dengan yang diharapkannya. Diantaranya tanaman berhenti tumbuh atau mogok berbuah.Mereka umumnya membuat sendiri tabulampotnya dengan cara membeli dari para penakar/penjual bibit buah dalam kondisi masih berada di polybag dan kemudian memindahkannya ke pot yang mereka miliki. Terkadang pot tersebut bekas tanaman yang sudah mati. Namun yang jelas mereka banyak yang tak mengindahkan detail perlunya kehati-hatian dalam proses pemindahannya. Nah supaya tidak lagi terjadi kesalahan dalam pembuatannya, maka coba perhatikan cara-cara yang benar seperti yang tampak di dalam video YouTube (tanpa bermaksud menggurui) di bawah ini:

Rabu, 22 Desember 2010

Ayo Bikin Kebun Buah Mini!

Membuat kebun buah mini adalah lanjutan dari artikel 'Bibit buah sebagai Obat Pereda Stres No. 1'. Bila  Anda punya dana yang lebih besar dibandingkan hanya memiliki cuma satu bibit buah, kenapa tidak langsung saja membikin kebun buah mini di halaman rumah Anda? Tidak memerlukan lahan yang luas kok, namun kami mampu menjadikan rumah Anda akan terasa sejuk dan nyaman. Bahkan seandainya sudah terlanjur dibuat taman, Anda tidak perlu kuatir, kami mampu memadukannya dengan indahnya. Cobalah untuk mempertimbangkan brosur kami ini, dan bayangkan betapa menyenangkan bila Anda sudah memilikinya di awal tahun baru nanti! Sebuah kebun yang dipenuhi buah-buahan yang ranum.Yamiee.....

Selasa, 21 Desember 2010

Bibit Buah sebagai Pereda Stres No. 1

John Gray, pengarang buku terlaris 'Man from Mars, Woman from Venus' dalam buku lainnya memberi cara-cara meredakankan stres yang praktis. Salah satunya dengan menjulurkan tangan Anda ke arah tanaman buah, dan berniatlah dalam pikiran untuk mengeluarkan pikiran-pikiran negatif yang membuat Anda stres untuk keluar dan diserap tanaman buah di depan Anda. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, stres Anda tiba-tiba menguap meninggalkan Anda. Perasaan Andapun dijamin plong! Tak percaya, coba aja sekarang.

Sebenarnya apa yang diungkapkan John Gray ini bukan hal yang baru, di Jepang sudah ratusan tahun yang lalu hal itu digunakan sebagai alat bantu meditasi. Karena rumah di Jepang makin sempit, dibuatlah semacam tanaman buah kecil yang diberi nama unik 'bonsai'.  Maka tak heran, orang Jepang terkenal tahan terhadap tekanan stres yang berat. Sayang, karena semakin sulitnya tanaman bonsai bisa berbuah, maka lama kelamaan tak ada lagi keharusan untuk memakai tanaman buah sebagai alat bantu meditasi.

Sebenarnya tulisan saya ini untuk membayar janji saya atas sebuah komentar dari pembaca blog ini:
Untuk Kampung Perawan: memang itulah salah satu fungsi tanaman buah, menyegarkan dan menghilangkan stress....lain waktu saya akan membahasanya secara khusus...mudah2an..thx

Sudah sejak zaman Adam, kita hidup dilingkupi oleh dua makhluk hidup lain yaitu tumbuh-tumbuhan dan hewan. Ribuan tahun kita tidak pernah jauh dari keduanya, begitu dekat di lingkungan di mana manusia hidup selalu ada keduanya. Tiba-tiba karena kemodernan kita, kitapun brani terpisah dari keduanya. Toh ternyata tak ada pengaruhnya, benarkah? Rasa sepi menjadi teman sehari-hari manusia, kita kemudian menciptakan berbagai macam hiburan untuk mengusir rasa sepi itu. Kita beranggapan karena kesibukan kitalah, menjadikan kita jarang bisa bergaul dengan manusia lain, dan kitapun menjadi kesepian. Padahal bukan cuma itu; keterpisahan kita dengan dua makhluk hidup lain membuat kerinduan ini menyembur deras sebagai rasa sepi. Sedangkan tekanan kerja dan masalah kehidupan, mampu mengubah rasa sepi itu jadi stes.

Marilah kita kembali menata hidup kita, kembali ke alam. Tanamlah tanaman buah di lingkungan kita sehingga itu mengundang burung-burung untuk mendekat. Kemudian rasakan 'rasa lengkap' itu yang selama ini hilang. Tanaman buah adalah maha guru 'meditasi' kita. Dalam diam tanaman buah mampu menghasilkan buah yang melezatkan dan menyerap polusi kita. Secara fisik saja, tanaman mampu menghisap CO2 yang kita buang lewat nafas kita secara mudah, mengapa untuk menyerap pikiran negatif kita tidak bisa? Sedangkan burung-burung mampu menghibur kita dengan nyanyian dan kelucuannya.

Dulu sebuah perusahaan Jerman menawarkan teknologi yang mampu membuat tanaman cepat tumbuh dan berbuah. Harga untuk sebuah mesinnya sampai ratusan juta rupiah. Ternyata setelah diteliti lebih lanjut, tehnologinya hanyalah meniru suara burung. Karena suara burung mampu membuka stomata. Nah, betapa kita hidup saling berhubungan?

Tanaman buah juga mampu merasakan kehadiran kita. Seorang peneliti dari Jepang telah membuktikannya, dengan memasang alat pendeteksi pada tanaman buah, yang dihubungkan dengan pengeras suara. Seorang anak disuruh merawat bila rusak, menyirami dan menyayangi tanaman buah yang di letakkan di laboratorium, sedangkan anak lain disuruh merusak, memotong-motong dan membenci tanaman tersebut. Setiap kedua anak tersebut masuk lab., maka reaksi tanaman buah berbeda jauh. Bunyi yang lembut terdengar setiap anak yang pertama masuk, namun begitu anak kedua masuk, bunyi suara berisik terdengar jelas! Believe or not.

Tulisan ini juga menanggapi bahwa betapa sudah terlanjur banyak beredar kepercayaan di masyarakat (di Jawa khususnya) bahwa tanaman-tanaman tertentu tidak pantas ( ora ilok) ditanam di depan/dekat rumah kita karena mengeluarkan aura jahat yang perlu diwaspadai. Seperti Bogenvile (si bunga kertas) yang bikin rumah tangga sering bertengkar, tanaman lombok yang bikin panas hati kita, tanaman pepaya yang bikin suram, betulkah? Jawabnya tergantung keyakinan Anda. Tak ada yang bisa memaksa untuk mempercayai sesuatu, kecuali pikiran kita mengijinkannya. Tentu ada maksud tertentu di balik larangan itu, biasanya itu karena membahayakan anak kecil kita atau rumah kita atau yang lain. Cobalah untuk berpikir di luar kotak (out of the box), tanpa menghakimi, apalagi menghujat. Berpikir yang baik-baik aja.

Saya juga tidak bisa memaksa Anda untuk segera menanam bibit buah di rumah Anda, sebagai obat pereda stres Anda. Sebagai percobaan, cobalah arahkan tangan Anda ke arah tanaman buah tetangga Anda. Buang pikiran stres Anda. Nah, sekarang apa yang Anda rasakan setelah beberapa menit berlalu? Enakkan, segarkan? Barulah sekarang saya berani meminta Anda untuk segera pesan bibit buah ke saya, masak Anda terus-terusan membuang sampah ke rumah tetangga???? Wkkkwkkkkk.........




Minggu, 19 Desember 2010

Cara Dahsyat Bongkar Pasang Bibit Buah

Seringkali kali trauma masa kecil mengikuti kita terus, menahan kita dari keinginan kita untuk bisa berbuat lebih  banyak, bahkan untuk sekedar memindahkan bibit buah saja. Kita takut kalau bibit pindahan itu kemudian mati. Yang lebih mengenaskan lagi, bila bibit buah itu ternyata benar-benar mati maka orang menyebut tangan kita 'panas', tak pantas lagi untuk urusan pindah-memindahkan bibit. Waladalah, tahayul dari mana itu?

Kenyataan yang sebenarnya adalah perlunya perencanaan sebelum membongkar bibit buah. Banyak hal yang perlu dilakukan. Orang sering buru-buru, begitu punya ide atau keinginan memindahkan bibit buah, maka langsung saja dilakukan pembongkaran saat itu juga. Begitu melihat bibit yang dipindah kemudian mati, timbullah persaan menyesal dan takut mengulanginya lagi. Akibatnya halaman atau kebun kita dibiarkan bak hutan primer saja, carut marut nggak beraturan, dan tanaman buahpun mogok berbuah!

Yah, memang seperti lingkaran setan, perlu keberanian untuk segera menghentikannya dan berkata bahwa kegagalan adalah masa lalu.Dan itu cuma masalah cara saja yang salah.

Mengapa bibit buah perlu dipindahkan mencakup beberapa alasan, namun yang jelas bibit buah tersebut sudah tidak pantas lagi di situ dan harus dipindahkan.

Lantas perencanaan apa sih yang mesti kita siapkan?

Pertama, sadarilah bahwa bibit buah juga makhluk hidup yang memerlukan proses adaptasi dalam menghadapi perubahan lingkungan hidupnya, dan itu tidak sebentar. Pencangkulan dilakukan minim selebar tajuk bibit tanaman, dengan hati-hati, setahap demi setahap, bila perlu pembongkaran dilakukan lebih dari sehari.

Kedua, jelas bahwa akar adalah sang pencari makan, sehingga dalam proses pembongkaran; diupayakan seminim mungkin tidak terjadi kerusakan atau pemotongan akar. Lindungi akar serabut yang kelihatan berwrna putih dari sinar matahari langsung, dengan secepatnya menutupi menggunakan karung atau bahan penutup lain. Siapkan obat penumbuh akar seperti rooton F, yang juga mengobati kerusakan akar akibat pembongkaran, dan diberikan setelah tanaman dipasang/ditanam kembali.

Ketiga, upayakan disiram tanahnya terlebih dahulu, sehingga tanah dalam kondisi basah ketika dibongkar, tidak perlu sampai becek, bila kering akan terjadi perekahan, tanah pecah atau tidak melekat pada akar. 

Empat, siapkan lubang tempat yang baru untuk pemindahan tanaman yaitu seminggu sebelum pembongkaran dilakukan. Dengan kondisi terbuka, kemungkinan besar bibit penyakit di dalam lubang bisa mati. Berikan pupuk organik/kandang dan kapur di dalam lubangnya.

Lima, ketilka tiba waktunya untuk dipindah perlu tenaga kerja yang cukup untuk memindahkannya, atau pakai alat bila dirasa perlu.

Enam, pelindung bibit buah di tempat yang baru tergantung musim, bila pas musim panas menyengat, jelas diperlukan pelindung sementara. Namun bila kondisi lapangan tidak memungkinkan, jangan langsung dipindahkan di lapangan, pindahankan di tempat sementara yang ternaungi, bisa di bawah pohon besar.

Tujuh, dengan hati-hati masukkan tanaman ke dalam lubang. Kemudian ditutup, bila kondisi tanah kurang subur, ganti tanah penutupnya dengan tanah yang subur. Padatkan tanahnya, dan siram bila tidak dalam kondisi panas terik matahari.

Tahap demi tahap dalam bongkar pasang bibit buah perlu dilakukan dengan sabar. Selamat mecoba dan tinggalkan rasa takut.




Sabtu, 18 Desember 2010

Mengidamkam Kebun Pembibitan yang Ideal

Mesti diingat betapa pentingnya peranan kebun pembibitan untuk dapat menghasilkan bibit yang bermutu super sehingga kelak juga menjadi tanaman buah yang super. Karena kebun pembibitan yang ideal mengisyaratkan akan adanya mutu pemeliharaan bibit yang tinggi sejak awal tanaman itu berkembang.  Dalam pertumbuhan bayi disebut sebagai 'golden age', atau bisa jadi justru masa-masa kritis dimana pertumbuhan tanaman baik dan buruknya bisa ditentukan pada masa ini. Kesalahan sedikit saja bisa merusak kehidupan bibit ini selanjutnya. Maka jika ada bibit yang sudah rusak, atau salah dalam penangananya, jangan pernah berpikir bisa memperbaikinya. Pernah ketika masih muda dan magang pada sebuah perusahaan perkebunan negara, penulis menyaksikan sendiri bagaimana beribu-ribu bibit karet dibakar hanya karena kesalahan dalam ukuran polybagnya. Sayang memang, tetapi ini adalah pembelajaran: rugi tetapi sadar sejak awal sehingga kerugian tidak akan berlanjut membesar. Namun kebun pembibitan yang ideal ternyata membutuhkan persyaratan yang lumayan banyak seperti:
  • Dekat dengan sumber air alami (bukan PAM)
  • Dekat dengan kebun induk
  • Bebas dari gulma, hama pengganggu atau berpagar rapat
  • Ada naungan untuk bibit kecil atau pindahan
  • Ada jalan setapak untuk pemeliharaan
  • dll. (atau lihat saja gambar di bawah ini: )




















































Selasa, 14 Desember 2010

Mengapa Pilih Bibit Buah Cangkokan?

Terkadang saya mikir apa tujuan sebenarnya saya menulis di blog (yang kemudian kusebar juga di catatan di FBku) ini, selain bisnis itu sendiri. Terus terang ini salah satu bentuk ekspresi saya, jlas saya ingin berbagi atas semua ilmu yang telah saya dapatkan, yang tak ingin saya simpan sendiri hingga terbawa di liang kubur. Ngeri saya membayangkan pertanyaan para Malaikat Tuhan atas ilmu yang tak sengaja kukorupsi? Mungkin pesan E-mail dari seorang penanya mampu mewakili karena sangat menarik dan sesuai dengan apa yang akan saya bahas:

......makasih infonya...terus terang saya 'sangat' terimakasih baca catatan anda krn saya memang sangat awam pernah beli nangka mini ga tahunya nangka biasa, lengkeng itoh ga tahunya pingpong tp setelah baca cattan anda saya sedikit banyak tahu........

Trus selain catatan, Anda tentu penasaran apa sih info yang telah saya berikan? Begini, penanya yang mengaku bernama 'Pak De Yoyok' ini (maaf hal yang bersifat rahasia dan pribadi disensor) ingin menanam Jambu Citra tapi yang cangkokan.Sayapun  menjelaskan:

......cuma perlu bapak ingat, sebagai ahli tanaman, saya tahu persis bagaimana reaksi Jambu Citra cangkokan terhadap kekeringan.......di Purwodadi kan kadang terjadi......akar serabutnya tiba2 muncul ke permukaan...dan ini yang menyebabkan tanaman banyak yang mati....meski udah besar skalipun. kecuali bapak sediakan springkel irigation..... 

Ternyata lokasi penanaman pak De ini di persawahan. Nah, dia kemudian memberitahu alasan utama memilih cangkokan yaitu bisa menjamin sifat genetik induknya. "Wah, pinter juga nih, bapak" pikirku. Bahkan ada yang menyebut 100% murni. Wow! (di E-mail lain bahkan seorang penanya memberi alasan karena singkatnya periode tanaman bisa berbuah). Tapi sifat ginetik yang mana? Kalo buahnya sih jlas ya, lha trus sifat perakarannya gimana? Padahal akar lho yang punya peran utama dalam mencari makan dan menjadi dasar tegaknya tanaman (bukan tegak dan proposionalnya tanaman).......Saya jawab aja:

betul banget, pak, itu memang kelebihan cangkokan, ibaratnya seperti cloning itu lho pak.....cuma kan masing2 cara perbanyakan tanaman punya kelemahan, nah tanaman jambu air ini adalh tanaman yg mudah banget dikembangkan dengan cara apa saja, bahkan stekpun bisa.......sbagai penakar/pedagang saya menyediakan apa yg diminta pembeli....cuma akan saya tanya di mana tanaman akan ditanam, dan peringatan terhadap resiko pilihannya.....shg saya jarang kena komplain dari konsumen......nah memang masing2 tanaman ini punya sifat yg udah dibawa dari sonony.....berkali2 saya menemui kasus jambu air yang sudah besar tiba2 mati.....kan sayang pak......hampir sebagian besar berasal dari cangkokan, terbukti dari munculnya akar serabut yg banyak disekitar pohon.......kalo cuman menjamin sifat genetik: okulasi & grafting bisa diandalkan untuk Jambu.......kecuali sifat batang bawahnya yg jauh menyolok.....misal untuk tanaman buah Durian Montong dengan batang bawah durian petruk.......bayangkan durian Monthong bisa 4 tahun berbuah dengan durian petruk yang baru belasan tahun bisa berbuah....akibatnya ada perubahan sifat......berbuahnya Monthong mundur (ada sifat2 fisik yang juga brubah).....begitu pak..... 

Maksud saya sebenarnya mau menyitir film-film barat yang mevisualisasikan bagaimana nantinya orang-orang hasil cloning itu berinteraksi, bagaimana sifat orang hasil cloningan dari kuping berbedakah dengan hasil cloningan dari betis? Bagi Anda yang hobi tabulampot, perakaran cangkokan bukan masalah karena masih dibantu oleh kekuatan dari potnya. Tapi yang pernah mencoba cangkokan Lengkeng Diamond River yang ditanam di lapangan akan manggut-manggut. Selain sifat batangnya yang getas, lengkeng Diamond River akan doyong atau ambruk tak kuat manahan beban lebatnya dompolan buah lengkeng di atas pohon....... Sekali lagi sayangkan, investasi bertahun-tahun terbuang percuma! Tapi itu semua pilihan......tergantung tempat, jenis tanamannya, kesabaran pemiliknya, dll......Terserah Anda juga!

Cangkokan adalah salah satu cara perbanyakan tanaman, bahkan sekarang sudah bisa pada tingkat dimana mencangkok tidak perlu media lagi. Lebih singkat dan cepat. Meski belum banyak yang menerapkannya. Kelemahan cangkokan yang saya tonjolkan di atas, bukan berarti saya benci sama cangkokan, itu tidak benar. Cuma banyak sekali penakar atau penjual yang karena target atau berupaya menjual apa yang ada, memberi alasan yang seolah-olah itu memang alasan sebenarnya, padahal ada alasan lain kan di balik itu. Seperti bibit 'Lecy', sudah lama saya kesulitan mencari yang bibit leci okulasian, para pedagang 'kekeh' memberi alasan kalo leci sulit diokulasi (tingkat kematian tingg). Benarkah? Tergantung dimana okulasi itu dibuat; cuacanya, kelembabannya, ketrampilan pekerja okulasi setempat, dll. Padahal alasan yang sebenarnya adalah kesulitan dalam mendapatkan batang bawahnya. Nah kalo sudah tahu gini jadi nggak enak kan? Lho kok gitu ya.................










Sabtu, 04 Desember 2010

Tip Menanam Bibit Buah

Sering kali kematian atau kerusakan bibit disebabkan oleh hal-hal yang sepele, dan jarang menjadi perhatian kita. Biasanya oleh (maaf) kesoktahuan kita akan perlakuan terhadap bibit buah setelah dibeli dari penakar atau penjual bibit. Kita begitu yakin bibit yang unggul pasti akan baik pertumbuhannya. Namun ketika kemudian bibit itu mati atau menjadi kerdil, kitapun merasa tertipu. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya perhatikan tip-tip berikut ini:

  • Ketika masih di penjual bibit, lihatlah bibit dari postur bibit yang tampak. Bibit yang bagus biasanya tegak ke atas atau ke samping, dan bukan ke bawah. Rumus dasarnya adalah 1-2 -4, dst. Warna daun terlihat hijau segar dan tidak terlihat tanda-tanda adanya hama maupun penyakit.
  • Buatlah transportasi yang nyaman bagi bibit buah hingga sampai ke tempat tujuan, Kalau jauh, lindungi dari sengatan matahari langsung maupun angin kencang akibat kecepatan berkendara.
  • Begitu sampai di tempat tujuan, jangan pernah langsung menanam bibit buah. Biarlah beradaptasi di tempatnya yang baru dulu. Tempatkan pada tempat yang teduh dan biarkan sampai seminggu lamanya atau lebih lama lagi tergantung situasi.
  • Pembuatan lubang harus sudah dilakukan minimal seminggu sebelum tanam, maka lubangpun bisa terbebas dari hama dan penyakit. Berikan pupuk kandang maupun kapur bila tanah asam.
  • Pembukaan polybag atau pot harus hati-hati supaya tanah tidak pecah berhamburan dan lindungi akar tanaman dari sinar matahari langsung.
  • Bila tanah kurang subur, pada saat penanaman, ganti tanah yang subur untuk menutup lubangnya.
  • Perhitungkan benar-benar waktu tanamnya: pas awal musim hujan, di pagi hari dan siram air bila memungkinkan.
  • Jaga jarak tanam dengan tanaman yang lain, jangan sampai terlindungi atau terlampau dekat sehingga terjadi persaingan dalam mendapatkan makanan maupun sinar matahari.

Selamat mencoba!!







 
Free Web Hosting | Top Web Host