Agro Mono Horti. & Konsultan

Sabtu, 22 Januari 2011

Cara Kilat Memilih Bibit Buah (3 Menit atau Kurang)


Ada 2 orang yang berjasa mengajari saya caranya (yang sebentar lagi akan Anda baca). Pertama bapak saya sendiri. Suatu kali setelah selesai Sholat Subuh, bapak mengajak saya yang waktu itu berumur 11 tahun ke kebun Karet. Dari tempat yang paling tinggi (sitinggil) bapak bertanya: "Apa yang kau lihat di depanmu?"
"Ribuan tanaman Karet" Jawab saya polos.
"Kau tahu, mana yang sakit dan mana yang tidak?" sambil memandangku dalam-dalam. Saya menggeleng, tak mengerti maksud bapak.
"Mari sini kutunjukkan. Lihatlah hanya satu tanaman saja di satu tempat yang kau anggap mewakili. Perhatikan terus semua bagian tanaman itu saja, fokus! Lihatlah serdetail-detailnya. Lihatlah daunnya, akarnya, guratan kulit batangnya, dan semuanya. Paham! Apa yang kau lihat sekarang?"
Meski masih agak gelap, namun matahari pagi yang mulai perlahan muncul, memperlihatkan keanehan di daun karet.
"Bercak daun" jawab saya asal. Bapak tersenyum.
"Awal yang bagus, ok, kita lihat lagi ke tampat yang lain!"
Begitulah, sejak itu paling tidak satu hari dalam satu bulan, bapak mengajak saya jalan-jalan dengan cara seperti itu.

Sedang satu orang lainnya adalah teman saya yang bekerja sebagai penilai yang ditempatkan di negara Australia. Ia dalam hitungan sekian detik harus mampu menilai satu sapi bibitan dalam barisan yang panjang yang akan diimpor ke Indonesia. Tentunya akan panjang jika saya menjelaskan cara dia di sini, namun paling tidak saya bisa menyingkatkan untuk Anda dalam satu kata yaitu kesuburan. Dan memanjangkannya dengan menerapkan pada pemilihan bibit buah, sebagai berikut ini:

1. Daun
Parameter pertama yang perlu Anda lihat pada bibit yang baik: warnanya daun yang hijau cerah, atau pucuknya yang hijau/merah muda. Jika sedang stagnan, daunnya tetap memperlihatkan hijau tua yang indah mengkilat. Maka bandingkan juga ukuran daunnya bisa tampak besar atau justru mengecil? Lihat adakah bekas serangan hama atau penyakit? Curigai bila ada yang menggulung (keriting).

2. Batang
Lihat dulu bekas sambungannya, bila ada benjolan berarti ada ketidakcocokan antara batang bawah dan atas. Batang ataspun harus tegak mengarah ke atas, tidak boleh bengkok atau merunduk ke bawah. Kalau sudah besar (untuk tabulampot) lihat apakah pakai rumusan (1, 2, 4,...dst). Artinya pilihlah bibit yang sudah ada percabangannya, bila ketinggiannya sekitar 1 meter. Adakah jamur yang menempel, berbentuk bultan-bulatan putih? Apakah ada bekas sanyatan atau bekas penggerek batang? Kalau ada jangan dipilih! Batang yang bagus,  lurus, kulit batang cerah beralur, potongan cabang/dahan tidak dipaksakan, bentuk proposional atas bawahnya.

3. Akar
Setelah bagian atas selesai, Anda lihat media tanamannya. Campuran dari apa? Poros tidak? Cobalah dibongkar/keduk sedikit, dan lihat adakah akar-akar serabutnya? Bibit yang subur penuh dengan akar serabut ini dan biasanya sudah sampai ke tepian polybag atau sudah menembus polybag, dan ujung akar tampak putih.

4. Buah
Bila bibit tanaman sudah berbuah, dan ini sering terjadi pada tanaman buah tertentu yang mudah berbuah, yang harus diperhatikan adalah apakah daunnya rontok? Bentuk buahnyapun harus sempurna, tidak berulat, proporsional, tidak mengecil, warna kulit buah cerah atau biasanya berminyak atau ada bubuk putihnya. 

Nah, setelah membaca kriteria di atas berulang-ulang dan mempraktekkannya, Andapun bisa secara kilat memilih bibit buah yang akan Anda beli, berapapun itu banyaknya! Dijamin.






0 ulasan:

Poskan Komentar

Silahkan Anda berkomentar. Namun tetap menjaga kesopanan. Terima-kasih.

 
Free Web Hosting | Top Web Host