CEK & KLIK Showroom kami di Ungaran - Semarang

Sabtu, 08 Januari 2011

Katakan dengan Buah, Bang!

Kita terbiasa melakukan sesuatu dengan cara meniru, tanpa tahu alasan yang jelas latar belakang dari tindakan tersebut. Memberi bunga kepada kekasih atau calon kekasih, dirasa adalah tindakan yang sudah pas dan tak perlu dirubah lagi. Padahal bunga hanya mampu melambangkan perasaan seseorang saja. Untuk melambangkan keberhasilan seseorang, sebenarnya agak kurang pas. Kecuali ada tulisan yang menyertainya. Ibarat pepatah bilang 'Bagai bunga kembang tak jadi', orang terbiasa mengartikan bunga yang tak jadi mekar, yang pas mungkin bunga yang gugur tak jadi buah. Begitu.

Nah, dengan buahlah simbol 'kesuksesan' itu bisa bener-bener tersampaikan. Maka pada waktu hari raya lebaran, orang mengirimkan parcel buah ke rekan bisnisnya, sebagai ucapan doa keberhasilan. Atau pada waktu seserahan, yang merupakan barang bawaan pengantin pria, melambangkan keberhasilan hubungan antara pria dan wanita sampai ke pelaminan. Namun karena gencarnya promosi produk kalengan dalam merubah mindset, lama kelamaan posisi buah di keranjang parcelpun menyusut. Hinggal tinggal sebagai pengisi kekosongan saja atau sama sekali tak ada. Melenceng dari tujuan kan???

Bahkan dalam melambangkan pengorbanan/persembahan kepada Tuhan kita atas keberkahan panen, dulu anak-anak pertama Nabi Adampun diceritakan hanya mempersembahkan 2 macam barang kesayangannya yaitu hewan ternak dan buah-buahan. Mungkin pada saat ini bisa dilihat pada bersih desa di Jawa, pesta laut, dan upacara-upacara agama Hindu. Sewaktu tinggal di Bali dulu, saya sampai mual melihat begitu banyaknya buah yang berserakan di jalan-jalan, sungai dan pohon sehabis ada upacara keagamaan. Buah melimpah sebanyak itu tentunya didatangkan dari luar Bali, namun mampu melambangkan keberkahan Bali sebagai pulau dewata.

Kita sadar, betapa panjang proses untuk kita bisa memetik buah. Andapun langsung berpikir, 'mudah kok tinggal memetik di hutan atau beli aja di pasar'. Oh, bukan itu maksud saya. Maksud saya memetik langsung dari pohon buah milik kita sendiri dan dari jenis buah unggul pilihan kita. Pertama tentunya kita membeli bibit buah unggul, kita tanam di kebun dengan pemeliharaan intensif, dan bla...bla.... Tak cukup bila saya uraikan di sini. Setelah akhirnya kemudian bisa berbuah, betapa bangganya Anda ketika membagikan ke saudara, tetangga, teman, dan yang terpenting ke kasih Anda. Bisa jadi dia sudah jadi istri Anda sekarang. Kebahagiaan yang tidak bisa dikatakan. Bayangkan, Anda melakukan ini setiap tahun.....maaf saya ulangi, setiap tahun. Inilah arti judul tulisan ini: Katakanlah dengan Buah, Bang! Tiap tahun.





About Sulis Mono

Pellentesque penatibus, sed rutrum viverra quisque pede, mauris commodo sodales enim porttitor. Magna convallis mi mollis, neque nostra mi vel volutpat lacinia, vitae blandit est, bibendum vel ut. Congue ultricies, libero velit amet magna erat. Orci in, eleifend venenatis lacus.

You Might Also Like

0 ulasan:

Posting Komentar

Silahkan Anda berkomentar. Namun tetap menjaga kesopanan. Terima-kasih.