CEK & KLIK Showroom kami di Ungaran - Semarang

Senin, 03 Januari 2011

Pemangkasan Berat pada Kebun Buah

Beberapa tahun yang lalu saya begitu takjub dengan adanya kebun lengkeng dataran rendah di pinggir kota Semarang, tentunya perlu modal yang luar biasa besar untuk membuatnya. Untuk bibitnya saja didatangkan langsung dari Malaysia.Namun sekarang dengan adanya kemudahan dalam mendapatkan bibit buah lengkeng dataran rendah, maka tak heran di beberapa daerah muncul kebun buah lengkeng milik perorangan. Antusias masyarakat ini ternyata tidak dibarengi dengan pengetahuan tentang bagaimana membangun kebun buah yang baik. Seringkali saya melihat, sejak awal dibukanya kebun buah tidak adanya perencanaan yang jelas bagaimana bentuk kebun buah itu nantinya kalau sudah jadi.

Ibarat membangun rumah, harus ada ukuran untuk jarak tanam. Tanpa itu kebun akan tampak semrawut, tambal sulam, jenis tanaman yang campur aduk dan (maaf) bila tanpa pemangkasan akan tampak mirip hutan. Pemangkasan beratpun perlu dilakukan kalau sudah dirasa terlambat. Terutama pada cabang-cabang maling (cabang-cabang kecil yang mengarah ke dalam) dan pembentukan pohon.

Bila saya melakukan pemangkasan berat, saya selalu membayangkan seakan-akan kebun buah akan dipanen mengunakan mesin atau robot, sehingga saya ciptakan kebun yang benar-benar rapi dan indah. Sepuluh tahun yang lalu, saya dipanggil seorang teman yang marah karena kebun buahnya yang penuh dengan mangga Arum manis cuma dihargai pengepul Rp 75.000,-. Setelah dilakukan pemangkasan berat, beberapa tahun kemudian uang jutaan rupiah selalu masuk kekantongnya, dan para pengepul berebut untuk mendapatkannya. Yang saya perhatikan kebun itu tampak bersih, dompolan buah juga terlihat jelas dari berbagai sudut sehingga pengepul bisa memperkirakan harga yang sebenarnya.

Seorang teman bercerita; pernah melakukan pemangkasan berat pada kebun buah rambutan yang tidak pernah berbuah. Setelah dilakukan pemangkasan berat disertai pemupukan ekstra, kebun buah itu jadi dipenuhi warna merah akibat banyaknya buah rambutan.

Meskipun harus diperhatikan benar-benar waktu pelaksanaan pemangkasan berat. Yaitu untuk menghindari efek yang ditimbulkan penyakit akibat jamur.

Namun saya tidak bermaksud mengkritik, ini sekedar sumbang saran bagaimana baiknya. Masyarakat mau membuat kebun buah saja bagi saya sebuah kemajuan yang sangat besar, ini jelas tindakan nyata mengurangi ketergantungan kita pada impor produk buah-buahan, yang sudah pada titik mengkhawatirkan karena kita ini kan negeri subur makmur.

Contoh ringan lainnya yang bisa saya berikan yaitu lengkeng Diamond river yang dahannya getas, bila terlalu subur daunnya (tanpa pemangkasan) maka terkena angin kencang bisa langsung terbelah pokok batangnya seperti tampak pada salah satu foto di bawah ini. Foto-foto ini saya ambil dari kebun lengkeng di Boyolali ketika saya mengantarkan pesanan bibit leci dataran rendah (varitas Kom) ke pemilik kebun, dimana saya kagum akan semangat pemiliknya untuk ikut menyebarkan bibit-bibit lengkeng dataran rendah ke masyarakat luas. Sehingga kebun buah ini juga sebagai kebun induk. Saluuut!

Bila masih bingung, saya juga bersedia memberi jasa konsultasi dan pembuatan kebun buah untuk Anda. Mungkin banyak yang bisa membuat kebun buah, namun keunggulan saya adalah pada perencanaan bagaimana kelak kebun buah itu akan menjadi sesuai dengan impian Anda.


























About Sulis Mono

Pellentesque penatibus, sed rutrum viverra quisque pede, mauris commodo sodales enim porttitor. Magna convallis mi mollis, neque nostra mi vel volutpat lacinia, vitae blandit est, bibendum vel ut. Congue ultricies, libero velit amet magna erat. Orci in, eleifend venenatis lacus.

You Might Also Like

0 ulasan:

Posting Komentar

Silahkan Anda berkomentar. Namun tetap menjaga kesopanan. Terima-kasih.