Agro Mono Horti. & Konsultan

Senin, 10 Januari 2011

Rahasia Tanpa Perlakuan Berbuah lebat!

Pohon mangga Arum manis yang di tanam pak De puluhan tahun yang lalu, masih berbuah lebat di depan rumahnya. Bayangkan, selama pohon itu hidup, tak pernah sekalipun ada perlakuan berarti dari pemilik. Benar-benar pohon buah unggulan. Manisnya buah, tak kalah dibandingkan Arum manis Probolinggo. 


Begitu banyak contoh seperti itu di masyarakat kita. "Ngapain mesti dipupuk, tanpa dipupuk aja sudah berbuah lebat begitu?" Itu jawaban yang saya terima bila saya menganjurkan pemiliknya supaya pohon buah itu dipupuk. Ada rasa kasihan, melihat begitu banyaknya dompolan buah di atas pohon. Tentunya banyak sekali energi dari pohon yang dikeluarkan untuk menghasilkan buah sebanyak itu.

Biasanya kecocokan dengan syarat agroklimat menjadi faktor penentu. Banyak kebun buah rakyat di daerah-daerah dibiarkan begitu saja tumbuh dan berbuah tanpa perlakuan atau pemeliharaan tanaman oleh pemiliknya, seperti Mangga di Indramayu, Rambutan di Salaman Magelang atau Lengkeng di Ambarawa. Kemudian bila diperhatikan lagi, kedekatan dengan sumber air adalah faktor berikutnya. Di pinggiran saluran irigasi di Indramayu, banyak tumbuh mangga Indramayu yang rasa manis buahnya khas dan rata-rata besar buahnya hampir 1 Kg, hal ini tak bisa ditemui di daerah lain. Dan masih banyak faktor-faktor lain yang mendukung; antara lain dekat dengan kandang ternak, tak ada pohon sejenis di sekitarnya, merupakan lahan bekas hutan, dan sebagainya. 

Lantas apa akibatnya pada pohon buah tersebut bila hal ini terus dibiarkan? Bisa jadi tak ada pengaruhnya, karena sebenarnya pohon buah tersebut sudah dimanjakan oleh alam sekitarnya. Namun bila kondisinya berubah, atau dengan bertambahnya umur pohon buah tersebut, maka ya, akan terjadi seperti pohon di hutan. Pernahkah Anda masuk ke hutan? Di sana banyak pohon buah, kebanyakan buahnya kecil-kecil. Kalau kita makan seperti tak ada kenyangnya. Itu akibat yang terjadi seiring menuanya pohon, cabang-cabang mati merangas, kalah dengan benalu yang menempel. Atau buah-buah yang makin lama makin jarang muncul, sehingga pemiliknyapun menebangnya menjadikan sebagai kayu bakar, seperti nasib lengkeng di Ambarawa. Sebenarnya itu tak akan terjadi bila pemiliknya mau sedikit meluangkan waktu untuk memeliharanya, memberinya perlakuan ekstra, seperti pemupukan. Sayang terlambat!

0 ulasan:

Poskan Komentar

Silahkan Anda berkomentar. Namun tetap menjaga kesopanan. Terima-kasih.

 
Free Web Hosting | Top Web Host