CEK & KLIK Showroom kami di Ungaran - Semarang

Kamis, 29 September 2011

Misteri Bibit Buah, Misteri Tanahnya!

Seringkali saat menjadi konsultan, saya terbelalak kebingungan menghadapi masalah yang sepertinya tidak ada pemecahannya, kita menyebutnya tidak masuk akal. Bayangkan, semua persyaratan sudah terpenuhi, tapi bibit buah atau tanaman tak kunjung subur dan berbuah juga. Sungguh misteri. Kalau sudah’ mentok’ begitu, sayapun langsung teringat film-film “Rahasia Illahi”di TV yang dulu sempat ngetop.

Kalau agroklimat yang pertama saya plototin, sekarang agrosunah yang mesti saya lirik. Saya berupaya melakukan pendekatan ke masyarakat sekitar kebun, adakah masalah disana? Biasanya masalah berkisar tentang batas tanah, status tanah, penutupan jalan umum, benda-benda keramat dan sebagainya. Saya tidak berusaha mencampuri masalah pribadi, hanya mencari akar permasalahnnya saja. Kalaupun kemudian saya membahasnya, sebatas saran , tidak lebih.

Bahkan seandainya ada tanaman yang mati secara tiba-tiba, saya tidak lantas berprasangka macam-macam kok, hanya beristigfar! Masak di sekitar tanaman tersebut banyak ulat yang bulunya gondrong bak domba. Bulu kudukpun merinding. Hiiiihiii………….Nah, disaat nyemprot untuk membasmi hama itulah, kita berdoa memintakan ampun bersama.

Bibit-bibit buah yang tadinya subur, merangas bak kena air panas. Daun berguguran satu persatu.Saya sambil guyon bilang kalau tanahnya sedang marah…..hehhee…..

Ya betul……………tanah!

Tanah yang barang mati itu tiba-tiba hidup!
Namun jelas kitalah yang membuat semua itu hidup. Anda mungkin berpikir, saya terlalu mengada-ada. Tapi itu kenyataan, sebagai bukti saya pernah berkunjung ke sebuah desa yang bernama “Lemah Tamba” atau artinya tanah yang bertambah. Selidik punya selidik ternyata nama itu karna adanya sebuah makam keramat yang diyakini para peziarahnya akan membuat tanah yang mereka miliki bertambah luas, bila mereka mengambil tanah kuburan kramat tersebut lantas menyebarkannya di tanah mereka sendiri. Apakah tanah mereka bertambah luas?, ya tergantung besarnya keyakinan mereka. Ini keyakinan manusia yang dipermainkan. Padahal MasyaAllah, kita ini adalah makhluk yang tercanggih yang pernah ada di bumi ini. Kita diberi kekuasaan untuk membuat/mencipta dengan keyakinan kita yang merupakan anugrah yang hanya diberikan ke manusia. Tanpa hal-hal berbau syirik tersebut…….kita mampu kok, kita sering berubah jadi makhluk peragu, setelah kita didera serangkaian kegagalan, dan kita akhirnya nekat mencari jalan pintas!

Sekarang secara nalar saja, apakah tanah yang mereka ambil asli bener-bener tanah kuburan keramat tersebut?

Kalau tiap hari ada saja orang yang ngambil, perkiraan saya dalam dua bulan saja: habis kan? Terus tanahnya darimana lagi? Tanpa sengaja saya bertemu dengan orang yang tahu hal itu, dia bilang: ” Ya ambil di sawah to Om”. Haahh!!

Trus apa hubungannya dengan kesuburan bibit buah?

Ya, itu tadi: tanah yang diyakini keramatpun membuat masalah besar, coba pikirkan, tanah mana yang akan membuat tanah mereka menjadi luas? Yang jelas ya tanah di sampingnya, alias tanah tetangga. Siapa yang tidak sakit hati tanahnya diambil alih, meski dengan banyak cara yang terlihat seperti transaksi halal, namun ada keanehan yang menyertai? Misal, mereka seperti tidak sadar menjual tanahnya dengan harga murah, ketika sadar mereka begitu menyesal. Rasa sesal pemilik lama ini menjadi racun di tanah yang tak ada penawarnya.

Yang lebih mengerikan lagi, bila tanah tersebut ada hubungannya dengan pengambilan secara paksa atas hak waris anak yatim, atau yang lebih dahsyat lagi pengambilan tanah wakaf oleh para keturunan si pemberi tanah wakaf!  Bagaimana ini tidak menghidupkan sesuatu yang mati bila begini? Saya pun terkadang memilih mundur. Sesuatu yang tidak ada pemecahannya, teramat sulit untuk dipikirkan. Cenderung membuat bulu kuduk berdiri, satu persatu korban berjatuhan termasuk bibit buah kesayangan........Akh......

Saya selalu mengambil hikmah dibalik itu semua. Seperti saya yang begitu suka wejangan dari Ustad Danu, yang mengobati penyakit dengan melihat dosa-dosa yang telah kita perbuat.

Sehingga uraian di atas hanyalah paparan hikmah yang mesti kita renungkan, bahwa ada hal-hal yang tidak bisa kita analisa secara ilmu pertanian biasa, namun bukan berarti itu malah jadi alasan Anda untuk tidak terus berupaya membuat bibit buah Anda menjadi tanaman yang tumbuh subur dan berbuah lebat. Sepanjang kepemilikan tanah Anda sesuai syariat atau tidak melanggar hak-hak orang lain, tancap trus untuk membuat bbit buah Anda tunbuh, tumbuh dan trus tumbuh......





NB: Ketika saya masih anak ingusan dulu, saya menemukan sebuah buku milik kakak saya yg ditulis oleh seorang Ulama India terkenal. Buku itu begitu jernih memberi pencerahan pada saya. Buku itu sepertinya menggambarkan dunia ini seperti mesin cuci; yang akan melibas setiap orang yang mengaku beriman/beragama tapi berbuat dosa, dibersihkan dengan derita dan cobaan trus menerus sepanjang mereka trus melakukan dosa bahkan sampai di kuburnya sehingga mereka akan bersih dari dosa ketika menghadap Tuhannya. Demikian pula orang yang tidak beriman/tidak beragama akan dicuci/dibalas dengan kekayaan dan suka cita sepanjang meraka melakukan amal kebaikan di dunia, sehingga merekapun akan bersih ketika menghadap Tuhannya. Namun bersih dari amal kebaikan yang mereka perbuat di dunia, hanya dosa yang mereka bawa dengan perasaan malu yang teramat sangat!
About Sulis Mono

Pellentesque penatibus, sed rutrum viverra quisque pede, mauris commodo sodales enim porttitor. Magna convallis mi mollis, neque nostra mi vel volutpat lacinia, vitae blandit est, bibendum vel ut. Congue ultricies, libero velit amet magna erat. Orci in, eleifend venenatis lacus.

You Might Also Like

1 komentar:

Silahkan Anda berkomentar. Namun tetap menjaga kesopanan. Terima-kasih.