CEK & KLIK Showroom kami di Ungaran - Semarang

Senin, 22 Agustus 2016

TREN BARU: Petani Buah itu Smart Investor!

Saya terkejut ketika menyaksikan bagaimana anak-anak sekolah di sebuah desa secara acak ditanya tentang cita-citanya, tak satupun yang menjawab ingin jadi petani seperti bapaknya. Bahkan terkesan dari wawancara bahwa profesi petani bisa jadi pekerjaan sambilan saja. Terus-terang dari situ kita mendapat gambaran bagaimana masyarakat kita mulai meremehkan profesi petani, padahal untuk saat ini di beberapa negara macan Asia seperti Jepang atau Korea dimana profesi petani adalah profesi idaman yang sulit dijangkau. Bak mimpi aja.....mereka justru sadar dengan menjadi petani maka kita juga investor tanah yang hebat dan cerdas. Jalan termudah jadi kaya. Bertani membuat tanah yang tadinya tidak berharga menjadi sangat mahal, aura tanah tiba-tiba terbuka ketika dibikin pertanian. Bibit buah yang tumbuh menjadi besar, akan juga menumbuhkan harga tanah menjadi selangit. Bak emas yang kusam, kemudian mengkilat ketika digosok terus menerus. Cahaya keeemasannya pun mencuat kemana-mana. Membuat pemilik uang memperebutkannya.

Kemarin baru saja saya mengirim bibit lengkeng Kristal 2 ke Sukabumi, saya terkejut dengan cara berpikir pembeli saya yang satu ini. Dia membeli tanah di mana-mana. Tentu saja memilih lokasi yang bagus atau yang diperkirakan akan berkembang. Bahkan sampai di Balikpapan sana. Kekayaannya pun tak terhitung karna terus menerus berkembang....hehhee. Maksudnya bingung akan cepatnya perubahan harga tanah itu sendiri. Mindsetnya adalah bagai seorang pematung saja, batu yang tak berbentuk dipahat menjadi penari cantik nan gemulai.....bayangkan aja masak orang jatuh cinta ama batu. Dia sendiri mengakui, bagaimana tanah itu membuat dia jatuh cinta juga......Tanah rawa yang tersiakan dibikin saluran panjang dan dalam. Hasilnya tanah kering yang siap ditanami bibit-bibit buah super.                                                                                                                                                                                                                                                                                                  

Nah, beberapa tahun kemudian, terlihat buah anggur yang bergelatungan dengan indahnya, trus dibawahnya ada embung atau kolam dengan ikan koi, bawal air tawar, gurami, lele.....aduhhhh mak. Mana tahan, berminggu-minggu di situpun bak di taman Surga. Jiwa dan bau Surga membuat jiwa kita yang mudah rapuh dengan permasalah konflik dunia jadi tenang, setenang air yang bergemericik di kolam. Ditemeni istri kita yang datang dengan gorengan pisang dan semerbak harum kopi Gayonya...owalah bener kalau ada seorang penyair bilang: seandainya Surga kayak gini kok kayaknya udah cukup!! Bahkan dia nggak tega mau jual tanahnya yang udah jadi kayak suasana Surga gitu.....berapapun harganya. Woww!!!!

Lain lagi dengan teman saya, tadi malam dia bercerita tentang aktivitasnya sebagai investor, meskipun saya tahu dia itu petani tulen. Dia membeli tanah di pinggir-pinggir kota di beberpa kota besar di Jawa dan Sumatera. Ditanaminya bibit buah-buahan. Dia pingin jadi petani buah seperti cita-citanya sejak kecil dulu. Namun yang terjadi selalu saja kebun buahnya dibeli orang denga harga fantastis. Jelaskan bahwa dia itu petani, tapi beda banget, dia petani yang makin lama makin kaya dan makin luas tanahmya, dan bukan justru menjual tanahnya seperti petani penggarap karna dia juga betindak sebagai smart investor. Bisnis tanah adalah sambilannya yang bisa jadi passive incomenya. Namun dia setia bahwa petani tetep jadi profesi utamanya. Sampai kapanpun. Titik.
About Sulis Mono

Pellentesque penatibus, sed rutrum viverra quisque pede, mauris commodo sodales enim porttitor. Magna convallis mi mollis, neque nostra mi vel volutpat lacinia, vitae blandit est, bibendum vel ut. Congue ultricies, libero velit amet magna erat. Orci in, eleifend venenatis lacus.

You Might Also Like

0 ulasan:

Posting Komentar

Silahkan Anda berkomentar. Namun tetap menjaga kesopanan. Terima-kasih.