CEK & KLIK Showroom kami di Ungaran - Semarang

Senin, 12 September 2016

KISAH PILU SAYA MENDIRIKAN BIBIT BUAH DOT COM

Mungkin karena dosa, pernah dalam hidup saya sebelum mendirikan bibitbuah.com hingga sebesar ini.....saya menjadi pengangguran berat. Saya sendiri nggak percaya itu bisa terjadi pada orang seperti saya. Orang yang pernah bekerja bertahun-tahun di perusahaan-perusahaan besar kok bisa nganggur? Luntang luntung nggak tahu apa yang bisa dikerjakan. Sudah ratusan lamaran saya ditolak, maksudnya saya mampu mengirimkan puluhan lamaran tiap hari. Boro-boro orang lain, saudara saya sendiri yang punya perusahaan dan jelas sangat butuh orang kreatif seperti saya pun menolak. Saya bawa buanyak jajanan kampung ke rumahnya sebagai oleh-oleh.....eh pas pulangnya dibawain oleh-oleh lebih banyak lagi. Haseeemmm....malu saya! Ibu saya yang mengantarkan saya sampai menangis sepanjang perjalanan pulang. Kok ya tega dia nolak saya, emang salah apa saya...hehheee

Trus saking kasihannya mendengar kisah saya di bis, seorang ibu yang baik hati, tiba-tiba mau membisikkan rahasia besar BAGAIMANA CARA MERUBAH TAKDIR KITA??? Berdoa lah!!



Syaratnya kamu harus yakin, nak. Seketika saya berteriak keras: Tuhaaan, beri aku pekerjaan!!!

Benar saja....besoknya lewat kenalan, saya diberi kesempatan bekerja di sebuah balai penelitian sebagai seorang magang dan tanpa dibayar! Woalah ampun.....doanya yang salah kalie...wkkwkkk
Namun pekerjaan itu saya jalanin juga beberapa bulan sehingga saya sampai sekarang mampu berpikir lewat cara kerja hipotesis dulu. Nah, soal biaya hidup.....saya tinggal kontak kakak kakak saya yang sudah kaya. Enakan? Enggak juga, seorang kakak sampai bilang gini: untuk membiaya hidupmu sendiri aja kamu nggak bisa! Blarrrr!! Saya jelas tersinggung dan merevisi doa saya pada Tuhan pemilik hidup saya: Ya Tuhan, kasih saya dong kerjaan yang ada duitnya.

Satu bulan nggak terkabul, dua bulan masih kosong, baru bulan ketiga ditrima di perusahaan exportir dengan gaji Rp 600.000 sebulan saja. Bayangkan bagaimana saya bisa hidup denga uang segtu? Ya udah disyukuri dulu saja lah. Daripada nganggur? daripada nggak dibayar? Dan dua tahun kunikmati pemberian Tuhan itu dengan rasa terima kasih. Heran kok saya bisa bertahan selama itu ya? Ternyata karena di perusahaan itu saya bisa ada waktu menyalurkan hobby mancing saya? Habis ngaudit di anak perusahaan misalnya, saya ada waktu 1 jam untuk mancing sebelum pulang. Bayangkan, saya bisa mengumpulkan hampir satu ember ikan, sekali mancing.....namun kenapa ibu saya sebagai juru masak kok cemberut ya, bukannya terima kasih kek....hehhhee
Pertanyaan itu terjawab keesokkan harinya: Lihat lah, ini ikan satu ember cuma ibu beli Rp10.000 di pasar. Masak kamu ngotot nggrepek-nggrepek uang seginian???

Ibu benar dalam hal ini, Ya, Tuhan....mohon duitnya yang gede dong! Dan saya pun berubah jadi kutu loncat....agak menjijikkan....pindah kerja dari perusahaan satu ke perusahaan yang lain. Gaji makin lama makin naik trus, pangkat apalagi.....capek bener.....saya pun terlena lagi jadi sombong dan lupa diri, sehingga Tuhan menjatuhkan saya keras-keras supaya sadar siapa saya sebenarnya.

Dengan cepat saya sadar pula, bersejatakan doa dan mohon pengampunan atas kesongongan saya, Tuhan langsung memberi tenaga saya untuk bangkit lagi.

Terakhir.....doa saya revisi besar-besaran. Saya buat doa lengkap. Antara lain saya minta bisa mancing tapi duaitnya gede serta berguna bagi yang lain.....dan dipertemukan lah saya dengan kolam besar yang bernama INTERNET. Saya gemetar waktu itu.....ureka! Karena tidak punya laptop awalnya.....saya sering ketiduran di warnet 24 jam. Banyak sekali blog yang saya buat, hanya bibitbuah.com yang terus melesat. Satu tahun pertama langsung ditawar Rp 6 Juta. Rangkingnya pun melesat di urutan 1 Google dan bertahan trus bertahun-tahun kemudian. Woww....saya makin kencang berlari dan berdoa......berkat ilmu otodidak ini, saya bisa ngajarin teman dan beberapa lembaga pendidikan. Hasilnya beranak pinak kok......selain keuntungan financial maka saya berharap pahalanya pun beranak pinak jugak...hahhaa....kelak saya akan memanennya di akhirat kelak. Aaaamiiiiin






About Sulis Mono

Pellentesque penatibus, sed rutrum viverra quisque pede, mauris commodo sodales enim porttitor. Magna convallis mi mollis, neque nostra mi vel volutpat lacinia, vitae blandit est, bibendum vel ut. Congue ultricies, libero velit amet magna erat. Orci in, eleifend venenatis lacus.

You Might Also Like

1 komentar:

Silahkan Anda berkomentar. Namun tetap menjaga kesopanan. Terima-kasih.