CEK & KLIK

Selasa, 13 Juni 2017

BANGKIT DARI KEBANGKRUTAN KEBUN BUAH



Membuka kebun buah adalah investasi jangka panjang yang penuh resiko. Jika Anda tidak siap terlibat secara pribadi, mending ditunda saja. Apalagi Anda seorang pejabat yang masih sibuk, terus melimpahkan pengelolaan kebun buah hanya pada seorang penunggu kebun saja....maka Anda seperti membiarkan kebun rusak sedikit demi sedikit. Saran saya serahkan dulu pada para profesional. Karena mengelola kebun itu lebih rumit daripada memelihara burung juara yang mesti disuapin tiap hari, dimandiin dan dilatih! Percayalah, lebih dari itu!
Begitu rumit, lewat sedikit saja maka kebun Anda bakalan tak tertolong alias mesti dibongkar ulang. Namun yang lebih parah lagi adalah reaksi dari pemilik kebun ketika mengetahui kebunnya rusak.....mereka bisa saja memaki-maki ke penjual bibit buah seperti saya. Apalagi kebun buah tersebut adalah harapan kegiatan setelah masa pensiun tiba. Para lelaki yang tadinya gagah dengan jabatannya, kini makin loyo tak berdaya. Mereka down! Kalau sudah begini, yang dibenahi semestinya pemilik kebun buahnya dulu, bukan kebun buahnya....hehhhee

Karena sulit bagi seorang lelaki menerima kenyataan bahwa dirinya dalam keadaan gagal, apalagi kebun buah tersebut adalah satu2nya harapan! Kayaknya pengen nyungsep ke laut aja, bro....hehhee...


Namun lebih sulit bagi kita menerima kenyataan bahwa kita mesti MENOLONG orang lain dulu, jika kita ingin bangkit dari kegagalan itu atau kebangkrutan kebun buah sekalipun. 
"Konsep yang aneh kan? Wong kita sedang butuh pertolongan kok dipaksa nolong....semprul!" japrinan temen saya yang memiliki kebun buah hektaran dan rusak parah.
Hadewww.....
Ayo kita bahas lagi nyok....tulisan ini memang saya tujukan khusus untuk teman saya itu....dan memang kayak terlihat kebalik ya? Tapi itulah hukumnya yang harus kita trima, mau tidak mau.
Kita mesti mencari orang yang lebih nelangsa dari kita saat itu untuk ditolong......biasanya lewat bersedekah....barulah tangan Tuhan sudi terulur mengangkat kita.....membenahi kebun buah kita.....
Jangan diam!
Harus Aktif DULU baru Pasif
Harus Menolong DULU baru Ditolong
Harus Mencintai DULU baru Dicintai
Harus Menarik DULU baru Ditarik!
Begitu, bro....

Saat diundang seorang pelanggan bibit buah saya atas kebun2 duriannya yang rusak parah.....saya menganjurkan dia bersedekah dulu...yang banyak (karena kebunnya luas)!
Kerennya, saat saya tiba di kebun.....dia sudah menemukan pemecahannya sebelum sesi konsultasi dilakukan.

Makanya bila saat ini toko Anda sedang sepi.....segera tutup tokonya, trus sorenya bagi2 takjil untuk orang miskin yang sedang puasa di jalan2.....dijamin Anda capek deh...wkkkwkkk.....
Maap, guyon....maksudnya nantikan keajaibannya esok hari atau lusa lah....yang penting sabar....hehhhee

Sayangnya di mata umum, lelaki memang nggak boleh gagal.....harus terus menerus berusaha karna begitu banyak yang harus ditanggung. Lelaki harus secepatnya bangkit.....tidak boleh kalah apalagi sama wanita.....nangis deh...makanya harus perlu upaya ekstra.....upaya yang lebih.....diperlukan pengorbanan sangat besar untuk melesat bangkit! Segera!
Jangan berlarut2, bro...pamali!!!

Saya pernah ngakak ketika denger cerita pelawak Doyok yang terpaksa tiap hari pergi ke stasiun kereta api hanya supaya istrinya tidak malu dia nganggur.....
(Eh gak taunya saya sempat ngalamin yang kayak gitu...meski sebentar...xiixiii)

Makanya jangan eman2 pula bila kita terpaksa melego barang kesayangan kita untuk bisa menolong, bila kita ngRasa sudah nggak punya apa2 lagi. Bahkan seorang master sedekah seperti Ustad Yusuf Mansyur saja sampek perlu mengorek2 rumahnya untuk bisa sedekah. Dan tak menemukan!!! Akhirnya dia bisa bersedekah dengan MENGGADAIKAN hak royalti buku2nya. Woww.....apakah sampeyan sudah sampai segitunya???

Pernah dalam hidup saya...saya disalahkan atas pembayaran uang muka untuk investasi diversifikasi produk perusahaan yang secara tiba2 dibatalkan. Karena saya tetep ngotot bahwa keputusan saya itu benar, saya memilih mundur saat itu juga! Namun saat di jalan raya, saya baru tersadar.....trus saya mau kerja apa? Rasanya NELANGSA banget saat itu......
Namun saat sampai di sebuah jembatan besar terlihat seorang bapak2 nampak bingung sekali....kayaknya lebih nelangsa dari saya meski pakaiannya rapi jali.....
Saya rogoh kantong dan menemukan uang lima puluh ribuan satu2nya
dan saya kasihkan ke si bapak tanpa basa basi....dia mlongo menatap saya:
"Sampeyan Wali yo kok tahu perlunya saya? pas lagi"
Ah, bodo......saya ngloyor aja meninggalkan dia. Namun tak beberapa lama telpon berdering:
"Bro, bantuin ngaudit jaringan apotik saya lagi ya?"
Alhamdulillah...paling tidak ada pekerjaan untuk beberapa bulan ke depan....hehhhhe
Begitu lah keajaibannya...
begitu lah KEDAHSYATANNYA!

NB: Tolong...jangan ngrasa saya menasehati sampeyan....hanya share aja. Berkali2 saya ngalamin jatuh jugak, namun trus bangkit. Yang jlas saat minus kalikan aja sekalian sama minus...dijamin jadinya plus kok! Apalagi pengorbanannya (minusnya) lebih gede.....plusnya pun jlas lebih GEDE. OK
About Sulis Mono

Pellentesque penatibus, sed rutrum viverra quisque pede, mauris commodo sodales enim porttitor. Magna convallis mi mollis, neque nostra mi vel volutpat lacinia, vitae blandit est, bibendum vel ut. Congue ultricies, libero velit amet magna erat. Orci in, eleifend venenatis lacus.

You Might Also Like

0 ulasan:

Posting Komentar

Silahkan Anda berkomentar. Namun tetap menjaga kesopanan. Terima-kasih.