Breaking News

MEMANCING INSTING BIBT BUAH UNTUK BERBUAH

Kalo kemarin saya ngomong tentang explore keindahan tabulampot selain buah, tapi Anda ngotot tetep pingin buahnya, gimana??? Di inbox Anda jugak bilang nggak suka yg berbau kimia. Waduh rada susah nich. Gimana kalo dipancing instingnya aja. Lho kok???......Kalo hewan diancam maka secara insting dia lari atau nyerang kita. Tanaman justru keluar buah, karna dia punya kewajiban suci sebelum mati nglanjutin keturunannya.

Pisang aja numbuh trus kok meski ditebang berkali2, kmudian diapun ngluarin tunasnya dari bawah.....gimana kalo tanaman cuma bisa berkembang dari biji (buah) doang? Nah, ini yang kita manfaatin. Singkatnya kita paksa tanaman itu untuk beralih dari fase vegetatif ke fase generatif (reproduktif). Tentu banyak yg dah tahu, dengan diancam secara lisan mau ditebang....hehhee, trus ada yg pakai jurus stress air, atau jurus dipaku, dikerok, bahkan cara purba dengan dibiarin/ dipindahin ke lahan tanpa diurus shg bersaing keras dng gulma/ rumput atau tanaman besar lain. Nggak tahu tiba2 aja tanaman itupun berbuah......barulah dipindah ke pot lagi. Intinya dia dah dewasa mas bro......

Banyak cerita tentang ancaman ditebang ini. Awalnya saya mendengar dari seorang rohaniwan di Semarang yang selalu menggunakan cara ini agar tanaman koleksinya berbuah. Atau cerita tentang ibu teman saya yang mau menebang pohon duriannya namun beruntung bisa saya cegah. Saya menjanjikan akan saya rangsang secara kimiawi. Mungkin karena 2 ancaman sekaligus ini belum sempat saya datang ke rumah teman saya ...eh dia ngabarin pohon durian mereka sudah berbuah. Barangkali tanaman itu punya hati juga ya? Kok ada perasaan ketakutan juga?
Kejadian yang terakhir baru saja terjadi, seorang tukang bubur ijo tetangga saya yang juga pelanggan bibit buah saya, mengundang saya di kebun buahnya dan menunjukkan pohon alpukat Hawaiinya yang sudah tinggi 5 meter tapi belum juga berbuah. Di bawah pohon alpukat tersebut dia memberitahu saya akan mengganti alpukatnya tersebut dengan bibit buah lain. Dia akan menebang secepatnya. Lucunya, saat penebangan mau dilakukan.....dia melihat banyak bunga alpukat di pohon. Dia melongo tak percaya.....Alhamdulillah. Dan pesanan bibit buah pun dibatalkan. Wkkkwkkk......

Padahal sebetulnya banyak cara praktis dengan cara kimiawi lho. Ini cara tercepat memancing insting tanaman yang merasa dirinya mau mati, trus berbuah! Misal penggunaan hormon paklobutrazol pada tanaman seperti mangga dan durian. Cara kerjanya yaitu dengan menghentikan pertumbuhan (fase vegetatif) sehingga tanaman pun beralih ke buah (fase generatif). Di sinilah insting berbuahnya durian dipancing. Tanaman bila nggak bertumbuh seperti merasa mau mati. Tentunya banyak resiko yang harus ditanggung seperti bila dilakukan terus menerus atau kelebihan dosis....maka tanaman tersebut akan berhenti tumbuh selama 2 tahun. Kayak hidup tidak, matipun tidak. Bahkan tanaman beresiko menjadi cebol. Sayangkan?

Atau bibit lengkeng yang sudah dipersiapkan untuk dirangsang sejak masih berupa bibit buah. Dengan pupuk daun maupun pupuk NPK buah setiap beberapa bulan sekali. Dan ketika sudah siap batang pokoknya sebesar lengan kita (kira-kira 3,5 tahun) yang mampu menahan banyaknya buah yang bergelayutan, kita kasih bahan dasar pupuk NPk dimana Knya mengandung perpaduan KNO3 atau/ dan KClO3. Atau hanya bubuk KClo3 saja. Tanaman lengkeng pun berbunga setelah aplikasi dan bisa panen 5 bulan kemudian setelah berbunga tadi. Entah mungkin karena KClO3 ini adalah bubuk mesiu yang panas.....lengkeng pun terpancing insting berbuahnya. Bahayanya kalo kelebihan dosis...lengkeng pun mati!! Hati-hati memancingnya ya??!!!!


Tidak ada komentar

Silahkan Anda berkomentar. Namun tetap menjaga kesopanan. Terima-kasih.